Riwayat Obor Jelang Ramadhan

Penulis -

Minggu, 11 April 2021 - 00:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak-anak muda Maninjau pawai obor jelang memasuki bulan Ramadhan

Anak-anak muda Maninjau pawai obor jelang memasuki bulan Ramadhan

Maninjau, Prokabar – Gulita pada malam yang mulai menanjak jadi temaram oleh obor anak-anak bujang di Maninjau.

Mereka riang, mewakili orang tua mereka. Obor di tangan mereka menyisakan asap hitam.

Api meliuk disapa angin. Kerlap-kerlip bagai kunang-kunang, muncul tenggalam di tepian danau purba itu.

Ratusan anak berbaju putih. Berbaris dua-dua. Berjalan seperti berirama.

Mereka sedang melanjutkan tradisi kampungnya. Obor di tangan, melangkah membelah malam.

Inilah tradisi tua, entah kapan dimulai. Yang pasti obor yang ratusan banyaknya itu, untuk gairah dan ritual jelang puasa.

Mulanya obor adalah alat penerangan ke surau. Tiap anak membawanya.

Sebelum ada listrik, obor selalu ada. Kadang disebut suluh.

Anak-anak mengaji masing-masing punya satu. Sebelum Ramadhan tiba, mereka lalu berkeliling kampung.

Lambat laun membawa obor jadi tradisi. Itulah yang terjadi di Maninjau, Sabtu (10/4) malam. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB