Puluhan Ton Ikan KJA Kembali Mati Massal di Danau Maninjau

Penulis -

Selasa, 2 Februari 2021 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Raya, Prokabar — Ribuan ekor ikan petani Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat kembali mengalami mati massal, Selasa (2/2). Bencana alam itu rutin terjadi minimal satu kali dalam setahun.

Bripka Purwanto, Babinkamtipmas Koto Malintang mengatakan berdasarkan informasi dihimpun, kejadian bermula di Nagari Bayur. Kemudian merembas ke petani KJA di Nagari Koto Kaciak, Duo Koto hingga ke Koto Malintang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Sekitar pukul 02.00 dini hari, ikan salah seorang warga mengalami kematian di Bayur. Tidak lama, disusul sejumlah keramba lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Syahril warga Bayur menambahkan, kerugian warga diperkirakan ratusan juta hingga satu milyar rupiah. “Khusus di Nagari Bayur ini saja kami perkirakan hingga sore ini, terdapat ratusan petak KJA. Satu petak saja mencapai dua Ton ikan siap panen. Dapat kita lihat, hampir semua ikan di petak KJA itu mengalami kematian,” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Bapak bergelar Datuak Rajo Alam itu melanjutkan, jumlah total ikan yang mati sudah diperkirakan 10 Ton hingga 15 Ton. Dan kemungkinan akan terus bertambah jika arus danau melebar ke daerah lainnya.

“Melihat kondisi cuaca dan arah angin, dimungkinkan akan terus bertambah,” katanya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Syahril menjelaskan, tanda-tanda bencana alam itu sudah berlangsung sejak satu minggu lalu. Adanya angin timur yang Vergennes kencang. “Kami menyebutnya Angin Darek. Karena berasal dari arah darat. Kondisi itu membuat goncangan atau riak kuat, membuat belerang atau racun yang ada di dasar danau naik ke permukaan. Air danau tercemar dan membunuh ikan yang ada dalam KJA,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB