Padang, Prokabar – Proses pencoblosan sebagai puncak Pilkada 2018 sudah selesai. Salah satu yang menarik dalam Pilkada serentak di Sumbar adalah kenaikan partisipasi pemilih. Kenaikan signifikan terjadi di Kota Padang dan Padang Panjang. Di Padang tercatat tingkat partisipasi pemilih 63,3 persen. Sedangkan Padang Panjang mencapai 71 persen. Sementara di Pariaman 73,9 persen, dan yang paling tinggi adalah Sawahlunto 77,57 persen.
“Peningkatan partisipasi pemilih ini tidak lepas dari kerja keras KPU dalan proses pemutakhiran data pemilih. Ini menjadi salah satu indikator kenaikan partisipasi itu,” ungkap anggota KPU Sumbar, Nova Indra.
Peningkatan partisipasi pemilih ini, lanjut Nova Indra, juga tidak terlepas dari peran seluruh pihak. “Apresiasi kami berikan kepada Pemko di 4 kota, khususnya disdukcapil yang sudah mendukung penuh dalam pemutakhiran data. Lalu peserta Pilkada yang mendorong pemilih untuk mengurus KTP, juga berperan meningkatkan partisipasi,” ujar koordinator divisi perencanaan program dan data KPU Sumbar ini.
Selain itu, KPU juga mengapresiasi khusus kepada beberapa pihak yang ikut berperan mendorong pemilih ke TPS. Salah satunya yang dilakukan oleh Dr Heny Skincare. Klinik kecantikan ini memberikan diskon 20 persen kepada konsumennya yang sudah memilih.

“Yang dilakukan klinik ini menarik, ini bisa menjadi salah satu strategi untuk menarik minat pemilih datang ke TPS. Kami mempertimbangkan memberikan penghargaan kepada klinik ini,” jelas Nova Indra.
Disinggung tentang pelaksanaan pencoblosan, Pilkada serentak di Sumbar relatif aman dan tertib. Tidak ada persoalan mendasar yang menyebabkan proses pencoblosan terganggu.
“Sejauh ini pilkada berjalan damai dan aman, sesuai dengan tagline pilkada badunsanak. Tidak ada laporan pemungutan suara ulang,” tutup Nova Indra.(laf)
















