Hukum

Korupsi RSUD Pratama Tapan, Kejari Pessel Seret Tiga Nama ke Pengadilan

Pessel, Prokabar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesisir Selatan (Pessel), menyeret tiga nama ke pengadilan dalam kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Tapan.

Hingga kini, kasus tersebut terus bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang.

Ketiga orang terdakwa tersebut yakni WI (pihak manajemen kontruksi), NN (PPK Kementrian Kesehatan) dan FI (penyedia jasa).

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus),  Kejari Pessel, Endra Andri Purwoto mengungkapkan, kasus korupsi pembangunan RSUD Tapan itu sudah disidangkan satu kali dengan agenda dakwaan kepada tiga orang terdakwa.

“Kita sudah lakukan sidangan satu kali kepada tiga orang terdakwa dalam kasus korupsi tersebut,” ujarnya kepada Prokabar.com pada Kamis (18/7) di Painan.

Sidang lanjutannya pada Selasa (23/7) besok dengan angenda eksepsi (pembelaan) dari terdakwa, sedangkan sidang pertama digelar pada Senin (15/7) kemaren, ungkapnya.

“Sebelum di dakwa, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap 22 orang saksi untuk dimintai keteranganya di Kejari Pessel, termasuk mengumpulkan bukti dilapangan,” ujarnya.

Edra menjeleskan, pengerjaan pembangunan RSUD Pratama Tapan tahun 2015, dengan anggaran APBN Rp13 miliar dan ada beberapa pembangunannya tidak sesuai dengan speck pengerjaan.

“Dari hasil itulah kami mendapatkan bukti dan keterangan dari saksi, bahwa pengerjaan RSUD Pratama Tapan yang diduga tidak sesuai dengan speck pengerjaan dari audit berdasarkan hitung dari BPKP RI  kerugian negara mencapai Rp1,6 Miliar,” jelasnya.

Tiga orang terdakwa tersebut sudah dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air Padang, ungkapnya.

“Yang jelas kita akan bekerja secara profesional dalam kasus ini dan membuktikan sesuai fakta-fakta yang ada,” tegasnya.

Meskipun Kejari Pessel telah mendakwa tiga orang dalam kasus pembangunan RSUD Tapan tersebut.

Namun, bergulirnya kasus korupsi  tersebut, Kementerian Kesehatan tetap mengucurkan anggaran Rp12 miliar untuk pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Kepada wartawan, Direktur RSUD Pratama Tapan, Asrul mengatakan, memang Kementrian Kesehatan telah mengucurkan anggaran Rp12 miliar untuk membangun beberapa item di RSUD Tapan.

Anggaran Rp12 miliar itu, Asrul  menjelaskan, pertama dikisaran Rp6,8 miliar untuk pembangunan IGD, kedua pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rp4 miliar dan Rp500 juta untuk air bersih.

“Saya kurang tau diteialnya, yang jelas Kementerian Kesehatan sudah mengucapkan anggaran Rp12 miliar,” ujarnya.

Ia menambahkan, target pembangunannya November tahun ini selesai, sedangkan pengadaan Alkes saat ini telah dimulai.

Informasi dihimpun Prokabar.com, pada Selasa (16/7) kemaren, pembangunan IGD tersebut sudah dilakukan peletakan batu pertama oleh pemerintah setempat.

Hadir dalam peletakan batu pertama tersebut yakni, Bupati Pessel, Hendrajoni dan Ketua DPRD Pessel, Dedi Rahmanto Putra.

Selanjutnya, Direktur RSUD M. Zein Painan, Sutarman, Kepala Dinas Perhubungan Pessel, Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa.(min)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top