Budaya

Ketika Magrib Mengaji Terus Dibudayakan Di Pariaman

Pariaman, Prokabar – Usai sholat Magrib dan doa bersama Di Masjid Darul Ma’arif, Kelurahan Pondok Duo, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, puluhan jemaah pria dan wanita bertahan dan sudah bersiap-siap mengembangkan Al-Quran-nya. Mereka terdiri dari sejumlah ASN Pemkot Pariaman bersama masyarakat menjalankan Program Magrib Mengaji.

Tidak beberapa lama kemudian, Ustad Zahardi, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman, memimpin pengajian tersebut. Kali ini, Surat yang akan dibaca dan dikupas satu-persatu yakni Ali Imbran Ayat 66 hingga 70.

“Program ini terus konsisten berjalan selepas Ramadhan berakhir 4 minggu lalu. Dan program ini sangat efektif membangkitkan semangat membaca Al-Quran dengan baik dan benar,” kata Zahardi.

Pemkot Pariaman lanjutnya, sebelumnya mendapatkan pernghargaan dari Kementerian Agama tahun 2012 lalu. Dan Walikoya Mukhis Rahman bersama Wakilnya Genius Umar beserta jajaran sepakat melanjutkan terus program ini karena terbukti efektif memberi dampak positif pada masyarakat, maupun dari ASN sendiri.

Selain Magrib mengaji yang dicanangkan Kementerian Agama RI ini, Pemkot Pariaman juga memiliki Program MASIH PUBER (Manunggal Subuh Indah Penuh Berkah) kerjasama dengan Kodim 0308 Pariaman. Kegiatannya dilaksanakan setiap Jumat, usai sholat subuh.

“Kami dari Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman sangat mendukung program reliqius ini. Jelas selain meningkatkan iman dan taqwa jajaran ASN dan Kemenag, juga mengajak masyarakat sekaligus,”lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BPMDES, Efendi Djamal, mengatakan hari ini yang berada di Masjid Darul Ma’arif Tapi Aia Ini adalah Tim II magrib mengaji.

“Sejak 4 minggu ini selepas Idul Fitri, magrib mengaji tetap berjalan seperti dihari biasanya. Dampak positif yang dirasakan baru pada ASN serta masyarakat di pinggir kota seperti daerah Pariaman Utara, Pariaman Selatan, dan Pariaman Timur. Khusus di Pariaman Utara ini memang masih kurang diikuti masyarakat,” kata Efendi.

Menurutnya sudah sepatutnya Program ini kembali di evaluasi dan membuat sistem baru bagaimana masyarakat dapat melebur bersatu mengikuti kegiatan tersebut. “Koordinasi Pemerintah Kecamatan hingga ke desa atau kelurahan harus terkoordinir dengan baik. Dengan demikian program ini dapat berlanjut sesuai harapan bersama,” tutur Jamal.

Syarif Husain, salah satu tokoh agama dan pengurus masjid menyebutkan program ini sangat bagus dan berharap dapat merangkul seluruh komponen masyarakat. “Kapan perlu dapat mengajak anak-anak muda terhindar dari huru-huru tidak jelas,” kata Syarif.

Seperti duduk di kedai-kedai atau keluyuran entah kemana, dengan ancaman pengaruh buruk narkoba atau berjudi. “Namun hingga saat ini kami dari pengurus masjid, belum mendapatkan jadwal tetap dari Pemerintah Kota Pariaman. Jika itu ada, bisa pula kami mengupayakan berupa ajakan secara langsung maupun himbauan micropon masjid kepada masyarakat,” tutup salah satu imam masjid tersebut. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top