Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand Ajak Nagari Sumaniak Lestarikan Literasi Budaya

Dibaca : 362

Tanah Datar, Prokabar — Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas mengadakan pengabdian masyarakat di Nagari Sumaniak, Kecamatan Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Akhir pekan lalu.

Masalah besar negeri ini salah satunya adalah rendahnya tingkat literasi di segala bidang, termasuk literasi budaya. Kondisi ini pernah digambarkan oleh penyair Indonesia, Taufik Ismail, sebagai ‘Generasi Nol Buku’. Menurut Ketua Jurusan Sastra Minangkabau, Pramono, “Minat baca masyarakat ada, tetapi daya tahan membaca yang masih lemah,” terangnya saat menjadi narasumber.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Jurusan Sastra Minangkabau mengadakan pengabdian kepada masyarakat bertemakan peningkatan literasi pada masyarakat Nagari Sumaniak. Nagari Sumaniak dipilih karena nagari ini merupakan salah satu nagari yang memiliki sejarah dan budaya yang penting dalam konteks Minangkabau.

Di nagari ini memiliki khazanah sejarah dan budaya yang perlu diketahui dan diwariskan oleh generasi yang akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Nagari Sumaniak ini sudah dimulai sejak 2017. Sebagai nagari binaan, Jurusan Sastra Minangkabau mengambil peran terhadap peningkatan literasi budaya bagi masyarakatnya.

Kegiatan tahun ini masih berhubungan dengan kegiatan sebelumnya, yakni penyuluhan tentang pentingnya peningkatan literasi budaya dan menyumbang buku-buku keminangkabauan untuk Perpustakaan Nagari Sumaniak.

“Kami dari Jurusan Sastra Minangkabau juga berharap kegiatan ini semakin meningkatkan literasi budaya masyarakat Sumaniak ke depannya,” tambah Pramono.

Target yang diharapakan kedepannya oleh pemerintah nagari dan masyarakat Sumaniak ialah memberikan fokus khusus terhadap pustaka yang menjadi gudang ilmu bagi masyarakat nagari. Sekaligus, memberikan nyawa baru untuk pusat literasi di daerah Sumaniak tersebut.

Sekretaris Wali Nagari Sumaniak mengatakan, Harapan ke depannya, program pengabdian masyarakat dari Jurusan Sastra Minangkabau saat ini, masyarakat Sumaniak lebih termotivasi untuk meningkatkan literasi budaya Minangkabau.

Berkenaan dengan target tersebut, Pramono menyampaikan Program untuk menghidupkan literasi di masyarakat Sumaniak, sama halnya dengan menanam pohon durian. Artinya, hasil dari usaha tersebut akan terlihat setelah beberapa tahun ke depannya.

Diharapkan, Pemerintah Nagari Sumaniak secara kreatif dalam meningkatkan pemanfaatan perpustakaan nagari. Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan ibu-ibu kader untuk mengantarkan bahan bacaan itu ke rumah-rumah masyarakat.

“Jurusan Sastra Minangkabau selalu siap untuk menyumbangkan buku-buku keminangkabauan yang dibutuhkan oleh masyarakat Nagari Sumaniak,” pungkas Ketua Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya Unand tersebut. (Abah/rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top