Padang, Prokabar – Jenazah almarhumah Fatimah Darsan Bin Abdul Muluk, mahasiswi asal Jorong Pasar Baru Barat, Nagari Aia Bangis, Kecamatan Sungai Barameh, Kabupaten Pasaman Barat hingga kini masih tertahan di kamar jenazah Rumah Sakit Ta’min Sihhiy, Rab’ah, Mesir.
Rekan-rekan korban di Mesir masih belum mendapatkan kepastian kapan diselenggarakan jenazah almarhumah Fatimah, mahasiswi jurusan Syariah Islamiyyah di Universitas Al Azhar Kairo Mesir.
“Jenazah almarhumah belum bisa diselenggarakan sampai permasalahan dan ijroat dengan kepolisian setempat selesai,” ujar Tareq Albana, salah seorang perwakilan Ikatan Pelajar Minang Internasional (IPMI) di Mesir, Minggu (10/6) malam.
Dia mengatakan, karena ini adalah peristiwa kecelakaan, jadi harus melewati proses kepolisian dulu. Saat ini, Dewan Pengurus KMM, PPMI dan KBRI sedang berada di mahkamah setempat. KBRI pun ikut turun tangan membantu menyelesaikan segala urusan mengenai penyelenggaraan jenazah agar cepat selesai.
“Rencananya, tim di KBRI dan organisasi pelajar berusaha jenazah almarhumah dapat dipulangkan ke tanah air ketempat asal Fatimah di Air Bangis, Pasbar,” tambahnya.
Ditambahkan Tareq, mahasiswi asal Air Bangis, Pasbar itu tercatat datang pada tahun 2013 silam dengan biaya perkuliahan dari beasiswa Al Azhar. “Dia adalah sosok yang sangat menyenangkan dan pandai bergaul,” ular Tareq kemudian.
Sebelumnya, seorang mahasiswi asal Jorong Pasar Baru Barat, Nagari Air Bangis dikabarkan meninggal dunia setelah ditabrak bus di daerah Hay Sabi, Mesir, tepatnya di dekat Mesjid Ibadurrahman. Korban ditabrak sekitar pukul 20.50 CLT (waktu Mesir) saat turun dari bus 24. Korban langsung dilarikan ke RS Ta’min Sihhiy, namun nyawanya tak tertolong.(*/mbb)
















