Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Jangan Lengah Jika Tak Ingin Tanah Datar Terjun ke Zona Merah Penyebaran Covid-19

Dibaca : 114

Tanah Datar, Prokabar – Perkembangan penyebaran Covid 19 di Tanah Datar saat ini mulai mengkhawatirkan. Sedikit lagi, zona penyebaran virus corona di Luhak Nan Tuo bisa saja masuk ke dalam zona merah.

Dan hal ini dibenarkan Kadinkes Tanah Datar, Yesrita saat dihubungi, Minggu (8/11).

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada Minggu ke 35 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, mulai 7 November 2020 sampai tanggal 14 November 2020, Tanah Datar masih berada di zona orange. Namun, pada skor keadaan, Tanah Datar malah mendekati zona merah atau secara otomatis melewati Kota Padang yang bertengger di urutan kedua.

“Skor itu mendekati ke merah, artinya kondisi kita keadaanya mendekati ke buruk,” ungkap Yesrita.

Dengan kondisi itu, bagaimanapun Tanah Datar harus meningkatkan penegasan protokol kesehatan ke masyarakat.

“Kalau ada orang terpapar, tentu kita lakukan tracing. Tapi disini bagaimana masyarakat kita tetap mengikuti protokol kesehatan, itu yang lebih penting. Perda sudah ada, Perbub juga sudaha ada,” tambahnya.

Saat ini, dalam mengantisipasi penyebaran Covid 19, pihaknya menilai kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangatlah diperlukan. Menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir perlu diterapkan.

“Sekarang tergantung sama kita, bagaimana melakukan tracing terhadap orang terpapar, dan melakukan pendisiplinam masyarakat terhadap protokol kesehatan. Kita jangan lengah,” ujarnya lagi.

Sementara itu, pada Minggu (8/11) penambahan kasus kembali terjadi sebanyak 14 orang. Ke 14 orang itu berasal dari beberapa kecamatan diantaranya 2 orang dari Batipuh selatan , 1 orang dari Salimpaung, 8 orang dari Lima Kaum, 2 orang dari Batipuh, dan 1 orang dari kecamatan Lintau Buo utara.

Akumulasi kasus covid 19 di Tamah Datar telah menyentuh 454 orang, 273 oramg diantaranya sudah sembuh dengan hasil negatif, meninggal dunia 16 orang.

Sementara Suspek 21 orang, Probable 2 orang dan pelaku perjalanan 26 orang.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top