Ini Pesan Ritno Kurniawan, Jika Ingin Bangun Destination Wisata Berbasis Kemasyarakatan

Penulis -

Senin, 21 Desember 2020 - 23:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Menurut Profesor Asril, kata Ritno Kurniawan (Penggerak Wisata Alam Lubuak Nyarai), tantangan pariwisata nasional terdapat tiga kendala. Pertama, belum ada KLBI atau Klarifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Kedua, belum ada Demand dan Supply.

Pelatihan perencanaan tenaga kerjaan dunia Pariwisata. Ketiga, Daya saing rendah dari negara ASEAN. Keempat, HCI rendah dan seharusnya harus mengutamakan kualitas, bukan kuantitas.

“Semuanya butuh proses dimulai pelatihan dan pemberdayaan terhadap sejumlah penggiat atau pengelola destinasi wisata pemula. Modal sesungguhnya sudah dimiliki sesuai kekayaan alam yang telah ada di masyarakat,” terangnya saat memberikan materi Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pariwisata Agam, di Grand Hotel Inna Muara Padang, Senin (21/12).

Pemerataan harus terwujud pada semua komponen masyarakat dengan pengelola destinasi wisata. Masyarakat juga harus menikmati hasil agar keseimbangan dapat terjaga antara masyarakat dengan pengelola atau pemilik modal.

” Oleh sebab itu, penyadaran dunia wisata harus dimulai dari tingkat paling bawah. Masyarakat harus ikut berperan aktif dan ikut menikmati ekonomi dari usaha industri wisata ini. Membangun sumber daya manusia masyarakat itu tidak mudah. Dan menjadi masalah utama di dunia wisata. Jadi itu yang terpenting,” tuturnya.

Baca Juga :  Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Potensi Pariwisata Agam sangat lengkap dan beragam. “Ada danau, lembah, gunung, ngarai, laut dan lereng perbukitan. Termasuk kearifan lokal, kuliner dan budaya,” ungkap Ritno.

Ia melanjutkan, agar destinasi wisata dapat tumbuh kembang dan maju, harus ada pelatihan, pemberdayaan dan pertahanan dari penggerak atau pelaku wisata yang baru saja memulai. Walau pemerintah ada memberikan perhatian berupa pelatihan, namun tetap tidak boleh terus bergantung.

“Karena perlu dipahami adanya keterbatasan anggaran dan tenaga dari Pemda untuk melakukan berupa pembinaan. Pelatihan mandiri dengan berinovasi mencari pihak luar, lebih utama ketimbang selalu mengharapkan pemerintahan,” imbuhnya.

Dan tidak dipungkiri juga pengelola pemula bersama pemandu membutuhkan pendampingan hingga mereka bisa mandiri.
Pelatihan yang telah didapatkan harus didampingi pihak akademisi atau pihak yang peduli.

Baca Juga :  Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab

Kemudian, setelah mendapatkan pelatihan dan pendampingan, mempertahanan berupa konsisten dan komitmen memajukan destinasi wisata juga bukan perkara mudah. “Mempertahankan sumber daya manusia itu malah lebih sulit ketimbang memperolehnya. Untuk itu, profit harus dipertimbangkan. Walau bukan tujuan utama, namun tetap menjadi pendukung. Karena sektor ekonomi akan memperkuat segala pergerakan nantinya,” tegas Ritno penerima berbagai penghargaan pelestari alam atau lingkungan hidup ini.

Hutan Gamaran Lubuk Nyarai merupakan wisata alam adventure nerkelanjutan. Memberdayakan dan melibatkan langsung masyarakat terkhusus pemuda, ninik mamak dan ibu-ibu. “Kearifan lokal menjadi sasaran utama dan kunci sukses membangun wisata di sebuah nagari di Minangkabau,” tuturnya.

Selain itu, aspek lingkungan dengan mempertahankan proses ekologi dan melestarikan warisan alam. Serta menjaga keanekaragaman hayati di destinasi wisata, merupakan tujuan utama. Nantinya juga menjadi daya tarik kunjungan karena alam nan indah dan terjaga.

Baca Juga :  Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI

Pelaku, penggerak, pemandu dan pengunjung juga harus menghormati keaslian sosial budaya lokal. Oleh sebab itu diharuskan adanya regulasi tetap dan konsisten, mengatur pengelolaan wisata. Dari sisi ekonomi, memastikan kegiatan jangka panjang yang layak. Dan sistem bagi hasil semua merata dan adil.

Penggiat wisata harus menikmati masalah karena semua adalah masalah. Kedewasaan, ketenangan, kearifan dan kebijaksanaan sangat dibutuhkan menyelesaikan masalah. Mampu menahan diri dari segala yang akan merugikan diri dan orang banyak.

“Penyediaan paket wisata harus berkualitas.
Pengelola pastikan keinginan dan pengalaman pengunjung dapat terpenuhi. Asli dan ramah lingkungan. Selain itu harus ada data tentang segala kegiatan perhari, perminggu, perbulan hingga pertahun. Seperti jumlah kunjungan dan jumlah potensi yang ada,” jelasnya. Aktifitas pembuatan rumah bibit nyarai, aksi bersih, penanaman pohon asuh dan bertanam pohon juga jadi program dari Lubuk Nyarai Adventure. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rahmat Saleh: Laporan IKM terhadap Abu Janda Harus Diproses hingga Tuntas
Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026
Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage
Buruan Pesan..! Sebanyak 13 Ribu Tempat Duduk KA Lokal Libur Panjang Idul Adha di Sumbar Masih Tersedia
Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI
Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut
Rugi Ratusan Juta Korban Kebakaran Pasaman Dibantu Pemkab
Laporan Keuangan 2025 Rapi dan Profesional Pasaman Raih WTP ke-13 Kali

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rahmat Saleh: Laporan IKM terhadap Abu Janda Harus Diproses hingga Tuntas

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:24 WIB

Pemkot Padang Mantapkan Langkah Menuju Kota Gastronomi UNESCO Lewat Ubud Food Festival 2026

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:43 WIB

Pemkab Dharmasraya Raih WTP Murni Atas LKDP Tahun 2025 Dari BPK-RI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:41 WIB

Sapi Kurban Bantuan Presiden RI Diserahkan Wabup Dharmasraya Ke Masjid Nurul Huda Nagari Sungai Kambut

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB