Prokabar.com — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali memaknai arti kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa. Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana cita-cita kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.
Ungkapan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur pada hakikatnya sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yang menjadi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Kemerdekaan Indonesia tidak hanya bertujuan membentuk sebuah negara yang merdeka dan berdaulat, tetapi juga mewujudkan kehidupan bangsa yang sejahtera dan berkeadilan.

Wakil Rektor II UIN Sjech. M Djamil Djambek Bukittinggi Prof. Dr. Iiz Izmuddin saat diwawancarai pada Senin (10/08/2026), mengatakan bahwa perjalanan bangsa Indonesia dari masa dahulu hingga sekarang telah mengalami perubahan yang sangat besar, terutama dari sisi kesejahteraan masyarakat dan perkembangan teknologi.
Menurut Prof. Iiz, jika melihat kondisi masyarakat dahulu, secara umum masyarakat belum merasakan kesejahteraan seperti yang dinikmati masyarakat pada saat sekarang. Namun, dalam kondisi tersebut terdapat sesuatu yang lebih merata di tengah masyarakat.
“Dulu adil, tapi tidak sejahtera. Sekarang sudah sejahtera, tapi belum adil,” kata Prof. Iiz.
Ia menjelaskan, ketika berbicara mengenai kondisi dahulu yang lebih merata, bukan berarti masyarakat pada masa itu telah hidup dalam keadaan makmur. Masyarakat pada masa tersebut secara umum sama-sama belum menikmati berbagai fasilitas dan kemudahan sebagaimana yang tersedia pada zaman sekarang.
Hal itu, menurut Prof. Iiz, dapat dilihat dari perkembangan teknologi komunikasi. Dahulu masyarakat secara umum belum menggunakan handphone. Alat komunikasi tersebut belum menjadi bagian dari kehidupan masyarakat seperti sekarang.
“Kalau dulu orang-orang secara merata belum merasakan kesejahteraan atau belum sejahtera. Contohnya orang-orang dulu secara merata belum ada yang menggunakan handphone seperti zaman sekarang ini,” jelasnya.
Sementara pada zaman sekarang, perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Handphone tidak lagi menjadi barang yang hanya dimiliki oleh kalangan tertentu, tetapi telah digunakan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.
“Sekarang ini semua kalangan telah memiliki alat komunikasi yang namanya handphone. Namun belum mencakup keadilan,” ujarnya.
Menurut Prof. Iiz, perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa kemajuan dan kesejahteraan telah banyak dirasakan masyarakat Indonesia. Namun, kemajuan tersebut tetap perlu diiringi dengan keadilan sehingga kesejahteraan yang ada dapat dirasakan secara lebih merata.
Dalam konteks HUT ke-81 RI, Prof. Iiz menilai bahwa keadilan dan kemakmuran merupakan dua hal yang harus berjalan bersama. Kemakmuran tidak hanya dilihat dari semakin banyaknya fasilitas yang dimiliki masyarakat, tetapi juga dari sejauh mana setiap masyarakat mendapatkan hak, kesempatan dan pelayanan secara adil.
Kemerdekaan, katanya, harus terus diisi dengan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat rasa keadilan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, tantangan Indonesia ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan kemakmuran masyarakat, tetapi juga bagaimana memastikan kemakmuran tersebut berjalan bersama keadilan. Hal ini sejalan dengan cita-cita nasional yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mewujudkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
“Kita sudah mengalami banyak kemajuan dan masyarakat sudah semakin sejahtera. Tinggal bagaimana kesejahteraan itu diiringi dengan keadilan, sehingga kemerdekaan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tuturnya.
Prof. Iiz berharap momentum HUT ke-81 RI menjadi refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa untuk terus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.
Menurut Prof. Iiz, Indonesia yang berdaulat harus mampu menentukan arah pembangunan bangsanya sendiri, Indonesia yang makmur harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, dan Indonesia yang adil harus mampu memberikan kesempatan serta hak yang sama kepada seluruh masyarakat.
Dengan demikian, tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” bukan hanya menjadi slogan dalam peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi merupakan bagian dari cita-cita kemerdekaan yang harus terus diperjuangkan dan diwujudkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
















