Daerah

Beruang Mangsa 10 ekor Kambing, Warga Sungai Salak Juga Takut Pergi ke Ladang

Tanah Datar, Prokabar – Sebanyak 10 ekor kambing, satu ekor beruk dan beberapa ekor itik milik warga jorong Sungai Salak, Kenagarian Koto Tangah Saruaso Tanah Datar mati setelah dimakan oleh beruang.

Menurut warga, “malasaknya” hewan buas ini telah terjadi sekitar dua bulan yang lalu, namun baru mencapai puncaknya setelah memakan dua kambing kurban milik warga setempat.

Selain memakan ternak dan peliharaan milik warga, keberadaan beruang kini juga berangsur angsur mematikan perekonomian masyarakat. Mereka tidak lagi berladang, karena merasa nyawa mereka terancam jika tengah berada di dalam kebun karet. Meski demikian, sebagian warga tetap nekad berladang karena kebutuhan ekonomi yang mendesak.

“Beruang kerap berkeliaran pada malam hari. Meski demikian warga tetap takut untuk berladang. Ada juga yang tetap berladang. Tapi itu hanya beberapa orang saja, karena anak tetap minta belanja. Ya harus ke ladang,” ujar Tando

Ia juga mengatakan jika beruang yang masuk ke pemukiman warga tersebut juga pernah mengejar warga yang tengah berladang, namun ia berhasil selamat. Beruang tersebut tidak hanya satu ekor, melainkan pernah diliat warga sebanyak 3 ekor jalan beriringan dengan satu ekor beruang yang berukuran besar dan dua ekor lainnya berukuran sedang.

Sementara itu, Walinagari Koto Tangah mengatakan serangan beruang telah terjadi sejak empat bulan yang lalu, namun baru meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga dua bulan terakhir. Terlebih, beruang tersebut memangsa 10 ekor ternak warga.

“Empat bulan yang lalu itu hanya menampakan diri saja, namun dua bulan terakhir telah menyerang ternak warga,” ujar

Berbagai langkah telah dilakukan pihak nagari agar permasalahan beruang yang meresahkan warga tersebut dapat diminimalisir, salah satunya dengan melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah kecamatan dan forkopimca.

“Bahkan BKSDA telah memasang perangkap. Dilakukan juga pencarian (beruang) bersama sama, namun tidak membuahkan hasil,” ucap Bahtiar A Ma Pede

Kerugian yang diderita oleh masyarakat akibat serangan beruang ini mencapai 20 juta rupiah jika satu ekor kambing dihargai seharga 2 juta rupiah. Kerugian tersebut belum termasuk harga itik dan hewan peliharaan warga lainnya. Selain itu, ekonomi masyarakat Jorong Sungai Salak juga kian memburuk karena 90 persen ekonomi masyarakat bertumpu pada sektor ladang, yaniknya karet.

Pihak terkait telah memasang perangkap untuk menangkap beruang tersebut, dengan memasang kerengkeg dari besi. Namun karena keberadaan beruang yang selalu berpindah pindah, sampai saat ini penangkapan tersebut belum kunjung membuahkan hasil. (eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top