Daerah

Berhasil Raih Program PHBD, Mahasiswa ISI Kerjasama Dengan Nagari Binaan

Solok, Prokabar  Setelah berjuang cukup keras, akhirnya proposal Program Hibah Bina Desa (PHBD) 2018 yang diajukan sebelas orang mahasiswa ISI Padang Panjang berhasil tembus seleksi nasional. Realisasi kegiatan telah berjalan dan mendapat animo besar dari masyarakat. 

Rektor ISI Padang Panjang Profesor Novesar Jamarun lansung menyambangi kenagarian Jawi-Jawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok tempat PHBD tersebut dilaksanakan. Dalam komunikasi bersama Walinagari Laswir, terungkap kehadiran ISI Padang Panjang sangat ditunggu oleh masyarakat.

“Masyarkat kami sangat antusias dengan kegiatan yang digelar ini. Kami sangat berharap hal ini akan menjadi awal yang baik dalam kerjasama ISI Padang Panjang dengan nagari kami,” kata Laswir.

Menurutnya, rencana para mahasiswa untuk mengembangkan kerajinan seni berbahan dasar bamboo sangat tepat di daerahnya. “Disini, kerajinan bamboo itu layak dikembangkan. Masalahnya ketersedian bahan baku tidak perlu dipusingkan. Sebab, di sini tersedia segala jenis bamboo,” ungkap Walinagari Jawi-jawi tersebut.

Laswir juga menjelaskan, potensi pemasaran produk kerajinan yang akan diajarkan mahasiswa kepada masyarakat akan sangat terbuka, sebab Jawi-jawi sudah dijadikan sebagai nagari wisata budaya.

“Nagari kita ini sekarang tengah berbenah sebagai nagari wisata budaya. Tentunya para tamu yang datang ke sini membutuhkan oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang. Inilah yang selama ini belum kita sediakan. Kerajinan bamboo sangat tepat untuk itu,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor ISI Padang Panjang mengatakan, kegiatan PHBD bukan satu-satunya kegiatan yang akan dilaksanakan di Jawi-jawi. “ISI Padang Panjang juga akan menjadikan daerah ini sebagai desa binaan. Dan program ini akan berlangsung multi year. Artinya, pembinaan yang kita lakukan di sini akan berlangsung cukup lama,” sebut Novesar.

Lebih jauh tentang ekonomi kreatif, menurut Novesar memang sudah saatnya berbagai daerah menjadikan ISI Padang Panjang sebagai mitra. “Kami akan selalu membuka diri terhadap berbagai peluang kerjasama dengan daerah-daerah. Apalagi saat ini kemenristek-Dikti memang telah mengamanatkan kepada perguruan tinggi seni untuk menjadi motor pengembangan industri-industri kreatif,” katanya.

Rektor memastikan, kerjasama dengan daerah-daerah akan selalu menjadi salah satu prioritas bagi pihak rektorat. “Sebelum ini kita sudah merintis pula kerjasama dengan sejumlah Kabupaten dan Kota. Bentuknya macam-macam. Tetapi intinya tetap sama, ISI Padang Panjang memainkan peran dalam pengembangan kepariwisataan dan industri kreatif di daerah bersangkutan,”tutup Rektor ISI Padang Panjang tersebut. (rud)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top