Banyak Pemuda Jadi Kurir Narkoba, Ini Sebabnya

Penulis -

Jumat, 31 Januari 2020 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Peredaran narkoba, tidak terlepas dari sepak terjang seorang kurir. Sangat banyak andil kurir dalam mensukseskan peredaran narkoba dari bandar hingga diterima oleh pengedar.

Tidak sedikit, sepak terjang kurir berkahir di balik jeruji tahanan. Ditelisik, ternyata perihal upah yang begitu besar, menjadi daya tarik tersendiri, bagi para pelaku yang masih muda, untuk menjadi kurir.

“Iming-iming upah yang besar, makanya banyak pemuda yang terjerat hukum karena jadi kurir narkoba,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya.

Baca Juga :  PT Semen Padang Sosialisasikan Sepablock untuk Penerima Huntap Mandiri BNPB di Padang Panjang

Dicontohkan AKBP Hendri, tiga tersangka peredaran narkoba yang diamankan dengan barang bukti, 19 kilogram ganja baru-baru ini. Para pelaku mengaku dapat upah besar.

“Ada tiga pelaku dari dua berkas berbeda dengan BB 19 kilo. Mereka mengaku mendapat upah yang sangat besar,” jelas AKBP Hendri.

Untuk pelaku penangkapan pertama, dengan barang bukti 10 kilogram ganja, terjadi pada 25 Januari lalu, AA warga Pasaman Barat dapat upah satu kilo ganja, bila berhasil membawa ganja dari Mandailing Natal ke Pasaman Barat.

Baca Juga :  Pemenuhan Aspek Keberlanjutan, PT Semen Padang Gelar Bimtek Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi GRK

“Satu kilo, beli di bandar itu, Rp500 ribu. Tapi kalau dijual lagi, bisa mencapai Rp2 juta lebih. Itu yang diharapkan pelaku,” kata AKBP Hendri.

Berbeda dengan dua pelaku lainnya yang terungkap pada 27 Januari lalu. Sembilan kilo berhasil diamankan dengan dua orang pelaku, RS (27) dan KA (31) warga Kecamatan Payakumbuah Utara, Kota Payakumbuah.

Baca Juga :  Bupati Annisa Apresiasi Kegiatan Ziarah Amanah Silek Pangian Rantau Batanghari Sungai Dareh

Kedua pelaku kurir sekaligis pengedar ini, dapat upah dari penyuruhnya masing-masing Rp800 ribu, bila berhasil membawa ganja dari Mandailing Natal, Sumatera Utara ke Payakumbuh.

“Begitulah kira-kira ganasnya peredaran narkoba ini. Tidak jarang, kurir ini dijatuhi hukuman yang tinggi-tinggi. Jadi saya sarankan, kepada para pemuda, jangan sampai sesat ke dalam gelapnya peredaran narkoba,” tukas AKBP Hendri. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Annisa Apresiasi Kegiatan Ziarah Amanah Silek Pangian Rantau Batanghari Sungai Dareh
Kesbangpol Bentuk Dharmasraya Garda Pancasila Untuk Pencapaian Karakter Generasi Bangsa
PT Semen Padang Garap Industri Pulp dan Kertas hingga Peningkatan Kapasitas Sepablock
Pemenuhan Aspek Keberlanjutan, PT Semen Padang Gelar Bimtek Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi GRK
Pemko Padang Renovasi 22 Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026, Anggaran Rp50 Juta per Rumah
Informasi Pembangunan Daerah Berbasis Data Kominfo Pasaman Hadirkan ADAMINDA
Keberadaan Meja dan Jaringan Komputer SMKN 1 Lubuk Sikaping Masih Jadi Misteri Kadisdik Pasaman Bungkam
KAI Divre II Sumbar Buka Peluang Investasi Melalui Space by KAI, Akses Mudah Berbagai Aset Strategis Secara Digital

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:54 WIB

Bupati Annisa Apresiasi Kegiatan Ziarah Amanah Silek Pangian Rantau Batanghari Sungai Dareh

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:49 WIB

Kesbangpol Bentuk Dharmasraya Garda Pancasila Untuk Pencapaian Karakter Generasi Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53 WIB

PT Semen Padang Garap Industri Pulp dan Kertas hingga Peningkatan Kapasitas Sepablock

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:50 WIB

Pemenuhan Aspek Keberlanjutan, PT Semen Padang Gelar Bimtek Kuantifikasi dan Pelaporan Emisi GRK

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:43 WIB

Pemko Padang Renovasi 22 Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2026, Anggaran Rp50 Juta per Rumah

Berita Terbaru

Bola

Pembukaan DCL 2026 Digelar Secara Serentak Pada 8 Zona

Kamis, 11 Jun 2026 - 17:44 WIB