Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Banyak Pemuda Jadi Kurir Narkoba, Ini Sebabnya

Dibaca : 171

Pasaman, Prokabar — Peredaran narkoba, tidak terlepas dari sepak terjang seorang kurir. Sangat banyak andil kurir dalam mensukseskan peredaran narkoba dari bandar hingga diterima oleh pengedar.

Tidak sedikit, sepak terjang kurir berkahir di balik jeruji tahanan. Ditelisik, ternyata perihal upah yang begitu besar, menjadi daya tarik tersendiri, bagi para pelaku yang masih muda, untuk menjadi kurir.

“Iming-iming upah yang besar, makanya banyak pemuda yang terjerat hukum karena jadi kurir narkoba,” kata Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya.

Dicontohkan AKBP Hendri, tiga tersangka peredaran narkoba yang diamankan dengan barang bukti, 19 kilogram ganja baru-baru ini. Para pelaku mengaku dapat upah besar.

“Ada tiga pelaku dari dua berkas berbeda dengan BB 19 kilo. Mereka mengaku mendapat upah yang sangat besar,” jelas AKBP Hendri.

Untuk pelaku penangkapan pertama, dengan barang bukti 10 kilogram ganja, terjadi pada 25 Januari lalu, AA warga Pasaman Barat dapat upah satu kilo ganja, bila berhasil membawa ganja dari Mandailing Natal ke Pasaman Barat.

“Satu kilo, beli di bandar itu, Rp500 ribu. Tapi kalau dijual lagi, bisa mencapai Rp2 juta lebih. Itu yang diharapkan pelaku,” kata AKBP Hendri.

Berbeda dengan dua pelaku lainnya yang terungkap pada 27 Januari lalu. Sembilan kilo berhasil diamankan dengan dua orang pelaku, RS (27) dan KA (31) warga Kecamatan Payakumbuah Utara, Kota Payakumbuah.

Kedua pelaku kurir sekaligis pengedar ini, dapat upah dari penyuruhnya masing-masing Rp800 ribu, bila berhasil membawa ganja dari Mandailing Natal, Sumatera Utara ke Payakumbuh.

“Begitulah kira-kira ganasnya peredaran narkoba ini. Tidak jarang, kurir ini dijatuhi hukuman yang tinggi-tinggi. Jadi saya sarankan, kepada para pemuda, jangan sampai sesat ke dalam gelapnya peredaran narkoba,” tukas AKBP Hendri. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top