Hukum

Asik Ngelem, Satpol PP Payakumbuh Amankan Lima Remaja

Lima ramaja yang diamankan Satpol PP Payakumbuh diberi penyuluhan bahaya penyalahgunaan fungsi lem.

Dibaca : 158

Payakumbuh, Prokabar – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Payakumbuh amankan lima remaja saat asik ngelem.

Kelima remaja berusia rata-rata 17 tahun itu diamankan Rabu, (21/4) pukul 01.00 WIB di depan Abeja Mart, Kelurahan Padang Tiakar.

Mereka kedapatan sedang asik mabuk-mabukan dengan mengkonsumsi minuman keras jenis tuak dan menghisap lem Banteng

Kepala Satpol PP Payakumbuh Devitra menyampaikan, setelah pemeriksaan kepada lima remaja itu, mereka terbukti dan mengakui perbuatannya.

Para remaja itu telah melanggar Perda Nomor 10 Tahun 2015 tentang Larangan Penyalahgunaan Lem dan Perda Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat/Maksiat sebagaimana telah diubah dua kali terakhir dengan Perda Nomor 12 Tahun 2016.

“Kepada kelima remaja ini kami berikan pembinaan mental, fisik, dan disiplin,” kata Devitra.

Satpok PP juga berikan penyuluhan dampak dan bahaya mengkonsumsi miras dan penyalahgunaan fungsi lem tersebut.

Non Yustisi

Dia katakan, berhubung kelimanya masih remaja, pihaknya hanya lakukan proses secara non yustisi atau tidak melanjutkan ke proses persidangan.

Satpol PP meminta orang tua mereka untuk menjemput masing-masing remaja ini, sehingga dapat memberikan arahan peringatan kepada orang tua.

“Agar kedepan benar-benar lebih ketat mengawasi serta mengontrol, sehingga pergaulan menyimpang anak-anak mereka tidak terjadi lagi,” sebut Devitra.

Kelima orang remaja tersebut kembali diserahkan Kabid PPD Ricky Zaindra melalui Kasi Penyidik dan Penindakan Alrinaldi kepada orang tua masing-masing.

“Mereka terlebih dahulu membuat surat pernyataan bermaterai serta berjanji tidak melakukan pelanggaran yang sama, dan orang tua mereka tandatangani,” ujarnya.

Devitra mengingatkan kembali kepada orang tua, ninik mamak, tokoh masyarakat serta stakeholder terkait ataupun pihak-pihak yang berwenang agar lebih meningkatkan peran sertanya untuk mencegah anak kemenakan melakukan pergaulan menyimpang seperti kasus ini.

“Penyalahgunaan fungsi lem dan mengonsumsi miras oleh kalangan remaja sangat merusak kesehatan, serta berdampak buruk bagi masa depan mereka,” katanya.

Lem dan miras dapat menimbulkan halusinasi, depresi, gangguan fungsi paru dan fungsi hati, serta juga bisa menyebabkan ganguan jiwa permanen.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top