Palembang, prokabar – Kekalahan Semen Padang FC dari Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring Palembang pada laga kedua Grup A Liga 2 2021 membuat ruang ganti “Kabau Sirah” bermuram durja usai laga, Senin malam.
Namun, kondisi itu kembali mencair, setelah Komisaris Utama PT. Kabau Sirah Semen Padang (KSSP), Khairil Jasmi, mendatangi ruang ganti dan memberi motivasi kepada Dedi Gusmawan dan kawan kawan.
Suasana yang tadinya hening, tertunduk, diam, dan sedih sudah pasti, beberapa menit kemudian semuanya berdarah dan bersemangat lagi.
Pria yang akrab disapa KJ itu mengatakan, selalu ada hari pertama dan selalu ada masa tidak sesuai harapan.”Yang terpenting, bagaimana untuk bangkit dan memenangkan tiga pertandingan tersisa di Grup ini.”kata KJ.
KJ juga menyemangati para pemain dengan kisah inspiratif, tentang seekor burung merpati di padang pasir. Sang merpati marah kepada Tuhan, karena kehausan dan bulu-bulunya rontok.
Merpati kemudian dinasehati oleh burung lain, untuk berdoa dan berterimakasih kepada Tuhan atas penderitaan dan rasa hausnya itu. Setelah dilakukan oleh merpati itu, satu persatu bulunya kembali tumbuh dan kembali terbang tinggi.
“Intinya adalah, berterimakasihlah kepada Tuhan atas kekalahan ini, jangan hanya kala menang saja.”kata KJ.
“Semua hasil ini adalah urusan Tuhan, kalian sudah berusaha dan menyelesaikan pertandingan dengan baik. Berterimakasihlah untuk rasa sakit, kerugian, dan kekalahan.”
“Bangkit, buatlah prestasi untuk diri sendiri, pakailah talenta yang diberikan Tuhan, nanti tim ini akan menikmatinya. Semua orang akan menikmati.”tutup KJ.
Sementara Pelatih Semen Padang, Weliansyah mengatakan, pemainnya bermain bagus dan pertandingan berjalan sangat menarik “Ada kesalahan, tapi bakal kita evaluasi,” jelasnya.
Weliansyah menyebut ada kesalahan pemain dibabak kedua sehingga motivasi sedikit berkurang. “Masalah fisik tidak ada masalah, kami main 10 pemain masih bisa meladeni,” katanya.
Disebut selalu kecolongan saat melakukan pergantian pemain. Weliansyah menyebut bukan suatu kesalahan, namun ada pemain yang cedera. “Ricky Ohorela itu cedera, bukan kesalahan pergantian pemain, tidak bisa dipaksa,” tegasnya.(rmo)
















