Kursi Kosong Wawako Padang, Eka Vidya : Ada Lima Persoalan

Penulis -

Kamis, 26 Agustus 2021 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Enam bulan sudah kursi Wakil Walikota Padang kosong. Bahkan persiapan untuk mengisi kursi kosong itu belum terlihat tanda-tandanya.

Pengamat Politik UNP Eka Vidya Putra beranggapan ada mungkin kesengajaan untuk biarkan kursi Wawako itu kosong.

“Kalau ada keinginan tentu prosesnya sudah dimulai, tapi hampir enam bulan sejak Hendri Septa dilantik jadi Walikota tidak ada tanda-tandanya,” ujar Eka Vidya kepada media Kamis (26/8) di Padang.

Menurut Eka tanda kursi itu akan diisi jika Walikota mengusulkan calon wakil walikota (Cawwako) ke DPRD Padang, sebagai lembaga yang diberi wewenang untuk memilih Wakil Walikota defenitif.

Baca Juga :  Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

“Saya melihat ada beberapa poin mengakibatkan pengisian kursi kosong wakil walikota Padang lelet, ” ujar Eka Vidya.

Pertama, harusnya Wawako Padang sudah selesai atau setidaknya sudah mulai tahapannya.

“Karena aturannya sudah jelas dan dilihat dari waktu terhitung sejak pelantikan sudah relatif lama,” ujar Eka.

Kedua, kenapa belum jalan, lebih pada kemauaan dari pihak-pihak yang menjadi pelaku pergantian tersebut.

Baca Juga :  Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam - Bukittinggi

“Ada dua partai pengusung yakni PAN dan PKS serta walikota sendiri, tiga elemen ini berperan memproses sebelum disampaikan ke DPRD Padang,” ujarnya.

Ketiga, apa yang bisa dijelaskan dari lambatnya eksekusi Parpol pengusung dan walikota bisa disebabkan karena masih tarik menarik siapa yang akan menjadi calon.

“Atau memang disengaja untuk tidak diproses, hingga periode jabatan walikota habis, itu berarti Wako Padang mau single fighter memimpin kota ini,” ujar Eka.

Baca Juga :  PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Keempat kata Eka Vidya soal proses lain mesti dikritik yakni apa yang sudah berjalan saat ini.

“Saya nilai lebih pada pergelutan elit politik daripada penglibatan masyatakat,” ujar Eka.

Padahal dalam kontek pemimpin, masyarakat adalah penentu kedaulatan.

Kelima, terakhir kata Eka, jika tidak dapat jalan juga menentukan Wawako Padang maka layak disimpulkan ini sebagai kegagalan elit politik dalam membamgun sistem politik lokal. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siti Nurbaya Food, UMK Mitra Binaan KAI Divre II Sumbar, Raih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards 2026
Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026
UPTD KPHL Agam Raya Perkuat Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KPH Agam
KAI Divre II Sumbar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Kacamata bagi Masyarakat Kampung Jua

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Siti Nurbaya Food, UMK Mitra Binaan KAI Divre II Sumbar, Raih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:04 WIB

PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB