Dua Kekecewaan Terbesar Rossi Sebelum Pensiun dari MotoGP

Penulis -

Jumat, 6 Agustus 2021 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Valentino Rossi pensiun pada akhir musim 2021 (Foto: MotoGP)

Valentino Rossi pensiun pada akhir musim 2021 (Foto: MotoGP)

Prokabar.com – Rossi kecewa karena gagal juara di Ducati dan juga gagal memperoleh gelar ke-10 juara dunia.

Valentino Rossi sang rider yang sembilan kali juara dunia resmi mengakhiri karier balapannya di ajang MotoGp. Ia mengakhiri kariernya sebagai pembalap senior setelah lebih kurang 26 tahun melintasi trek yang tak terlupakan.

Sang rider 42 tahun itu sudah bertahan lebih lama di MotoGP dari pembalap lainnya dan lebih lama dari Pembalap Formula 1 (F1) manapun. Valentino Rossi merupakan sosok lain dari Diego Maradona, Pele, Michael  Jordan, dan Muhammad Ali. Bahkan, bagi beberapa orang the Doctor adalah paket komplit dari empat bintang tersebut.

The Doctor pemilik nomor 46 itu merupakan rider satu-satunya yang mendapatkan gelar juara dunia di kelas 125 cc, 250 cc, 500 cc, dan MotoGP. Selain manuvernya di atas lintasan, sebagian olahragawan menyukai dengan sang rider karena apa yang ia lakukan selama di dunia balap motor.

Setiap aktifitas yang Rossi lakukan seperti berjalan, berbicara, membuat banyak orang tertawa dan melekat dalam diri mereka. “Hormat saya kepada siapa pun. Saya tidak tahu mengapa. Tapi, saya bisa membawa banyak orang yang lebih dekat dengan balapan motor,saya menyalakan emosi orang normal,” kata Rossi melansir dari Motosport Jum’at (6/8).

Prestasi Rossi dalam dunia balap mungkin tak sebaik dari pembalap lain. Jika dibandingkan dengan rekan senegaranya Giacomo Agostini, Rossi belum memenangkan grand prix selama tahun 1960-an dan 1970-an. Namun, ia masih lebih banyak memenangkan balapan kelas utama daripada senior senegaranya itu.

Bagi The Doctor kemenangan di kategori utama lebih bergengsi daripada kemenangan di kelas minor, sehingga dalam sejarah Rossi menjadi pembalap terkuat.

“Saya memiliki karier yang sangat panjang dan untungnya saya memenangkan banyak balapan, dengan beberapa kemenangan yang tak terlupakan,” lanjut Rossi.

Selain itu, selama kariernya Rossi menganggap gelar juara dunia MotoGP 2001, 2004, dan 2008 adalah hal terbaik yang ia peroleh. Sedangkan, dalam kariernya ia kecewa karena gagal mengamankan kemenangan bersama tim Ducati dan tidak mendapatkan gelar kesepuluh dunia.

BACA JUGA: 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar
Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026
Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar
Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda
POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030
Ukir Sejarah, Timnas Bola Voli Putra Indonesia Juara Asia 2026
Kejurnas Kempo Wilayah Sumatera 2026, Atlet Pesisir Selatan Raih Enam Medali
PS Nagari Sungai Dareh Gulung PS Nagari IV Koto Pulau Punjung 1-0

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:40 WIB

POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030

Berita Terbaru