Prokabar.com, Teheran – Iran menanggapi ancaman Israel yang menuduh Negeri Para Mullah itu menghancurkan kapal tengker di perairan Oman.
Ancaman serangan terhadap wilayah Iran ini muncul dari Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz.
Mengutip dari Ynet, situs lokal Israel, Gantz secara terang-terangan menyebut negaranya bersiap untuk tindakan militer terhadap Iran.
“Kita sampai di titik untuk melakukan tindakan militer pada Iran. Dunia juga perlu mengambil tindakan terhadap Iran sekarang,” kata Gantz di laman Ynet, Jumat (6/8).
Saat ini Israel terus melobi negara lainnya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar turut mengambil tindakan terhadap Iran.
Gantz melontarkan ancaman ini dengan alasan Iran mengirimkan serangan drone mematikan terhadap kapa tangker bernama Mercer Sreet yang menewaskan dua awak pekan lalu.
Lobi dari Israel akhirnya mendapat dukungan dari Inggris dan Amerika Serikat.
Kedua negara tersebut turut menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal tangker itu meskipun belum ada bukti atau informasi intelijen yang mendukung tuduhan Israel tersebut.
Otoritas Iran sebenarnya sudah membantah pihaknya terlibat dalam serangan itu.
Pada Rabu (4/8) waktu setempat, Associated Press memberitakan Wakil Duta Besar Iran untuk PBB Zahra Ershadi menyurati Dewan Keamanan bahwa Israel adalah negara yang menimbulkan kericuhan di Timur Tengah dan sekitarnya lebih dari tujuh dekade.
“Rezim ini punya catatan kelam. Israel telah menyerang 10 kapal komersial yang mebawa minyak dan barang kemanusiaan tujuan Suriah,” kata Ershadi.
Iran Ambil Tindakan Tegas
Banyak yang mensinyalir surat tersebut merupakan praktik perang bayangan yang sudah lama berlangsung antara Iran dan negara mayoritas Yahudi tersebut.
Kedua negara itu sudah bertikai di jalur perairan Timur Tengah sejak tahun 2019. Kapal yang terkait dengan Iran maupun negara barat lainnya diserang pihak Isaac Herzog.
Arab News dan AFP pada Jumat (6/8) melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyatakan akan memberikan respons yang tegas pada negara yang beribukota di Yerusalem itu.
Khatibzadeh menyebut ancaman Israel merupakan perilaku jahat yang merupakan pelanggaran hukum internasional.
“Mereka membuat pelanggaran yang tidak tahu malu. Rezim Israel yang sekarang secara terang-terangan mengancam Iran dengan tindakan militer,” kata Khatibzadeh.
“Kami menyatakan ini dengan jelas, setiap tindakan bodoh terhadap Iran akan berhadapan dengan respons tegas. Jangan uji kami,” tegas Khatibzadeh. (*)
















