Padang, Prokabar – Izet, preman yang kini jadi gunjingan masyarakat belum tahu dimana rimbanya. Kata polisi dia lari ke luar Sumbar.
Jika dia memang preman, tidak susah untuk lari dan bersembunyi. Sebab, preman punya banyak jaringan, itupun kalau Izet memang preman profesional, bukan preman bagak di kandang.
Sekarang Izet adalah preman yang paling dicari di Sumbar, mungkin juga se Indonesia.
Tapi se preman apapun tidak sulit bagi polisi mencarinya, apalagi perintah Kapolri tegas “sikat habis aksi premanisme”.
Video Izet hadir disaat yang tidak tepat. Saat polisi memberangus preman, saat masyarakat lelah dengan berita covid 19, dan saat hati nurani netizen merasa iba dengan sopir yang dipalak.
Akibatnya, di media sosial Izet “marasai” jadi bahan bully an. Meme bertebaran, dan sumpah serapah menghiasi laman facebook nya.
Izet menjadi hiburan dan bulan bulanan netizen. Tapi terbayangkah bagi kita bagaimana perasaan anak dan isterinya membaca dan melihat hujatan itu?
Bagi sebagian netizen berkata “itu jadi resiko dan karma bagi Izet, orang seperti itu pantas dibully”, ataupun keluar bahasa binatang.
Se preman – premannya Izet, dia adalah manusia, punya istri dan punya 3 anak yang masih balita. Hujatan masyarakat mungkin saja mengganggu mental mereka. Tidak terbayangkan bagaimana lingkungan memperlakukan mereka kini.
Anak dan istri Izet menanggung derita, mungkin mereka tidak tahu prilaku Izet diluar sana. Sekali tahu maka hujatan bertubi tubi, mengiris iris luka mereka.
Izet memang tidak perlu dibela, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tapi hentikan menghujat Izet. Mungkin istri dan anak anaknya tidak berhenti menangis, ulah kita yang mengolok olok Izet dan kita anggap itu sebagai hiburan. (rls)
















