Dampak Korupsi Penangulangan Bencana, Penanganan Pasca Bencana di Pasaman Terganggu

Penulis -

Kamis, 18 Maret 2021 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Dampak kasus korupsi penanggulangan pasca bencana pada tahun 2016 lalu yang memenjarakan tiga orang ASN Pasaman dan satu orang rekanan agaknya masih berdampak buruk hingga kini.

Sejak divonis mejalis hakim Pengadilan Tipikor Padang pada April 2020 lalu, kucuran anggaran penanggulangan pasca bencana ‘dihentikan’ pemerintah pusat. Pasaman kewalahan. Tidak sedikit pasca bencana yang membuat fasilitas umum rusak belum diperbaiki.

Baca Juga :  Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam - Bukittinggi

Salah satu contohnya, jembatan penghubung Jorong Tiga Rambah, Nagari Lansek Kadok, Kecamatan Rao Selatan. Jembatan penghubung nagari hingga satu-satunya akses masyarakat dalam berkebun itu putus total akibat bencana banjir pada Januari 2021 lalu.

“Putusnya jembatan tersebut pada pertengahan bulan Januari 2021 dengan membutuhkan perbaikan sebanyak 400 juta, waktu itu hujan sangat deras, mengakibatkan Jembatan ambruk, ” kata Wali Nagari Lansek Kadok Antoni, Kamis (18/3).

Baca Juga :  Siti Nurbaya Food, UMK Mitra Binaan KAI Divre II Sumbar, Raih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards 2026

Ia juga menerangkan, putusnya jembatan mengakibatkan arus transportasi kendaraan benar-benar terputus. Begitu juga dengan pejalan kaki.

“Jembatan sarana penunjang ekonomi masyarakat, itu satu-satunya menghubungkan ke lahan pertanian, perkebunan serta perikanan milik warga setempat, ” katanya.

Diakui Antoni, permasalahan ini telah disampaikan ke pihak BPBD Pasaman untuk segera diperbaiki. “Saat ini, biaya transportasi roda dua menjadi mahal, biasa Rp15 ribu sekarang mencapai Rp60 ribu perhari dan itupun harus memutar mencari jembatan lain sejauh tiga kilo meter bila ingin ke kebun, ” keluhnya.

Baca Juga :  ADPI Visiting Professor Program Hadirkan Akademisi Universiti Putra Malaysia di FEB UNAND, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Promosi Pariwisata Sumatera Barat

Ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman agar segera memperbaiki jembatan karena sangat dibutuhkan sekali bagi masyarakat. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ADPI Visiting Professor Program Hadirkan Akademisi Universiti Putra Malaysia di FEB UNAND, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Promosi Pariwisata Sumatera Barat
Siti Nurbaya Food, UMK Mitra Binaan KAI Divre II Sumbar, Raih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards 2026
Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi
32 Tim Sepak Bola se-Kota Padang Bertarung di Kuranji Cup 2026, Total Hadiah Rp23 Juta
Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga
Wali Kota Pariaman Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Harapkan HF Radar Segera Aktif
PT Semen Padang Raih Top CSR of the Year 2026
Faeyza Pickleball Academy Semen Padang Schools Sumbang 3 Emas dan 2 Perak untuk Kota Padang di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 22:09 WIB

ADPI Visiting Professor Program Hadirkan Akademisi Universiti Putra Malaysia di FEB UNAND, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Promosi Pariwisata Sumatera Barat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Siti Nurbaya Food, UMK Mitra Binaan KAI Divre II Sumbar, Raih Terbaik II Indonesia Halal Industry Awards 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Asap Kabut Kebakaran Kiriman Makin Menebal di Agam – Bukittinggi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:31 WIB

32 Tim Sepak Bola se-Kota Padang Bertarung di Kuranji Cup 2026, Total Hadiah Rp23 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Dilepas ke Jepang: Kevin dan Wardah Menjemput Harapan, Mengubah Masa Depan Keluarga

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB