Jakarta, Prokabar — Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, menjadi prioritas Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Sukses atau gagalnya ajang pesta demokrasi dapat dilihat dari tingkat partisipasi para pemilih, sehingga Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengimbau, KPU provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk membuat terobosan kreatif, serta inovasi.
“Tentu kita berharap ke depan tingkat partisipasi pemilih semakin meningkat. Oleh karena itu, teman-teman KPU provinsi maupun kabupaten dan kota di seluruh Indonesia harus memiliki langkah kreatif dan inovatif dalam melakukan sosialisasi. Salah satu contohnya KPU Metro yang meluncurkan mobil cerdas demokrasi,” kata Pramono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1).
Menurut penuturan Pramono, tingkat partisipasi pemilih Indonesia mulai naik sejak Pilkada 2018 dibanding pada pemilu sebelumnya. Kenaikan partisipasi pemilih ini semakin terlihat pada Pemilu 2019.
“Tentu ke depan kita berharap partisipasi pemilih semakin meningkat dan yang mempunyai tugas itu adalah teman-teman KPU daerah,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan, partisipasi pemilih di Pilkada 2018 sebesar 73,24 persen. Jumlah tersebut tidak mencapai target yang dipatok KPU yakni 77,5 persen.
Arief mengatakan bahwa tingkat partisipasi perempuan lebih tinggi, yaitu mencapai 76,67 persen, sementara pemilih laki-laki hanya mencapai 69,32 persen.
Sedangkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mencapai 81 persen, dan meningkat dibandingkan pemilu 2014 yakni 70 persen.
KPU akan menggelar Pilkada 2020 di 270 wilayah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota pada Rabu, 23 September.
Sembilan provinsi yang akan menggelar pilkada 2020 yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kepri, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi. (*/hdp)
















