Ditangkap di Pesantren, Ini Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Fly Over BIM

Penulis -

Senin, 1 Juli 2019 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Pariaman, Prokabar – Tersangka pembunuhan di fly over Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman dua tahun lalu mengaku melalukan pembunuhan karena perseteruan antar geng.

Peristiwa naas yang memakan korban seorang pelajar itu terjadi Rabu 21 Juni 2017. Saat konferensi pers di Mapolresta Padang Pariaman, tersangka (R) mengaku bahwa dia adalah anggota geng.

“Saya anggota geng bang, namaya GAF (Geng Asasin Family) dengan jumlah anggota belasan. Saya bukan ketua geng, cuma anggota,” jelasnya, Senin (1/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, alasan utama dia menebas kepala korban dengan samurai dilatarbelakangi oleh dendam antar geng.

“Dia (Korban) juga anggota geng. Saat kejadian itu saya bertemu dengan dia di jembatan itu. Langsung saya lakukan,” sebutnya.

Kapolresta Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho membenarkan soal perseteruan tersebut.

“Mereka (korban dan pelaku) sama-sama anggota geng. Ini dua kelompok geng yang cekcok. Kebetulan pelaku saat kejadian melihat korban di TKP, lalu terjadilah penganiayaan hingga korban meninggal,” jelas Rizki Nugroho.

Berdasarkan Undang-undang, kata Kapolres lagi, tersangka dijerat hukuman 15 tahun penjara.

“Sebelum menangkap, kami sudah menangkap anggota geng yang lain. Cuma dia tidak pelaku utama dan hanya divonis satu tahun penjara. Dari keterangkan pelaku yang kami tangkap lebih awal sebelum R, baru diketahui pelaku utama adalah dia (Roli),” jelas Rizki.

Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. “Kami masih melakukan pengembangan. Kemungkinan besar masih ada pelaku lainnya yang akan ditangkap,” sebutnya.

Ketika melakukan penangkapan pada 26 Juni 2019 di Sukabumi, pelaku sedang mondok di pesantren.

“Pelaku diringkus di salah satu pondok pesantren. Pengakuan pelaku, dia selalu terbayang korban dan bertaubat di salah satu pondok pesantren, di Sukabumi,” katanya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aduan Berujung PTDH, Warga Berinisial LMN Puji Respon Cepat Bidpropam Polda Sumbar
Pencegahan Kasus LGBT di Sumbar Perlu Regulasi, Edukasi, dan Pembinaan Terpadu
Polres Dharmasraya Ungkap 11 Kasus Menonjol Selama Bulan Juni -Juli 2026. Tujuh Diantaranya Kasus Narkoba
Sudah Dilarang Masih Nekat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman
Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Pasaman Pelaku Ternyata Pria Sewaan Korban
3,37 Persen, Alarm yang Tidak Boleh Dianggap Biasa
Pengedar Sabu Digulung Polres Pasaman Ratusan Gram Barang Bukti Diamankan
Pencabulan Anak, Andre Rosiade Desak Pihak Kepolisian Tangkap Pelaku
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Aduan Berujung PTDH, Warga Berinisial LMN Puji Respon Cepat Bidpropam Polda Sumbar

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:00 WIB

Pencegahan Kasus LGBT di Sumbar Perlu Regulasi, Edukasi, dan Pembinaan Terpadu

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:53 WIB

Polres Dharmasraya Ungkap 11 Kasus Menonjol Selama Bulan Juni -Juli 2026. Tujuh Diantaranya Kasus Narkoba

Rabu, 15 April 2026 - 15:56 WIB

Sudah Dilarang Masih Nekat Pelaku Tambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman

Senin, 6 April 2026 - 14:38 WIB

Dua Pelaku Curas Diamankan Polres Pasaman Pelaku Ternyata Pria Sewaan Korban

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB