
Prokabar.com — Hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Kamis (20/08/2026), diisi dengan berbagai materi penting sebagai bekal bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik dan kemahasiswaan di lingkungan kampus.
Tidak hanya memperkenalkan dunia perkuliahan, materi yang diberikan juga menyentuh pemanfaatan teknologi informasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, pencegahan kekerasan terhadap perempuan serta upaya menjauhkan generasi muda dari berbagai penyakit masyarakat.
Sejumlah narasumber hadir memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru, di antaranya Ketua LP2M UIN Bukittinggi Dr. Muhiddinur Kamal, Kepala UPT TIPD UIN Bukittinggi Haris Sandra, S.Kom, Kapus PSGA LP2M UIN Bukittinggi Dr. Linda Yarni, serta Khairul Anwar, MH, Dosen UIN Imam Bonjol Padang.

Ketua LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddinur Kamal, dalam materi tentang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian yang dilakukan dosen.
“Dalam regulasi penelitian dosen di perguruan tinggi, setiap dosen dalam kegiatan penelitiannya mesti melibatkan mahasiswa. Jadi, di sinilah letaknya kolaborasi penelitian yang dilakukan dosen bersama mahasiswanya,” ujarnya.
Menurutnya, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian integral dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pelaksanaannya tidak terlepas dari dua dharma lainnya dan melibatkan seluruh sivitas akademika, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan hingga alumni.
Ia juga menjelaskan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPT TIPD UIN Bukittinggi, Haris Sandra, S.Kom, memberikan materi mengenai layanan Teknologi Informasi dan Pengolahan Data (TIPD).
Ia menjelaskan, TIPD merupakan unsur penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan yang memiliki tugas dalam pengelolaan dan pengembangan sistem teknologi informasi serta pangkalan data di lingkungan UIN Bukittinggi.
Melalui materi tersebut, mahasiswa baru dibekali pemahaman tentang pentingnya memanfaatkan teknologi informasi secara tepat untuk menunjang proses perkuliahan maupun berbagai aktivitas akademik selama berada di kampus.
Materi berikutnya disampaikan Kapus PSGA LP2M UIN Bukittinggi, Dr. Linda Yarni, yang membahas pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan, termasuk Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Dalam pemaparannya, mahasiswa diperkenalkan dengan sejumlah prinsip PPKS, di antaranya penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia, non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi korban, keadilan, kemanfaatan serta kepastian hukum.
Dr. Linda menegaskan, pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika, termasuk dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Karena itu, menurutnya, lingkungan kampus harus dijaga bersama agar tetap menjadi ruang yang aman, nyaman dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Sementara itu, Khairul Anwar, MH, Dosen UIN Imam Bonjol Padang, mengingatkan mahasiswa baru mengenai berbagai persoalan penyakit masyarakat yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Sejumlah persoalan sosial menjadi perhatian, mulai dari narkoba, judi online hingga berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya.
“LGBT, narkoba, prostitusi adalah perbuatan penyimpangan masyarakat atau penyakit masyarakat yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak cukup menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum saja dalam menindak perbuatan penyakit masyarakat tersebut,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai bahaya narkoba seperti ganja, sabu, ekstasi dan heroin yang peredarannya harus dicegah secara bersama-sama.
Selain narkoba, mahasiswa juga diingatkan terhadap bahaya judi online yang semakin mudah diakses melalui perangkat digital.
“Judol bukanlah solusi, dan harus dihindari,” tegasnya.
Berbagai materi pada hari kedua PBAK 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan perkuliahan. PBAK tidak hanya menjadi ruang untuk mengenal lingkungan kampus, tetapi juga menjadi momentum membentuk mahasiswa yang mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, memahami pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kampus serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
















