Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Penulis -

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengarang: Dr. Yandri, M.Sn. 

Penerbit: Teraseni 

Tahun Terbit: 2026 

Kategori: Seni Kriya, Desain Berkelanjutan, Budaya Minangkabau

Buku ini lahir dari disertasi doktor Dr. Yandri di Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang. Sebagai seorang akademisi seni yang pernah menjabat Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Padangpanjang, penulis berhasil menyatukan dua dunia: seni desain dan ilmu lingkungan.

Ringkasan Isi 

Buku ini memperkenalkan konsep Ortologi Ecoprint Minangkabau, seperangkat prinsip dasar untuk mengembangkan teknik ecoprint berbasis kearifan lokal. Dr. Yandri mendokumentasikan 17 jenis tumbuhan lokal Sumatera Barat yang menghasilkan 68 variasi warna alami, serta mengadaptasi 10 motif tradisional Minangkabau (pucuak rabuang, siriah gadang, itiak pulang patang, dll.) ke dalam teknik ecoprint. Buku ini juga membahas pemilihan mordan alami, uji ketahanan warna, dan strategi produksi yang ramah lingkungan.

Analisis & Kelebihan 

Salah satu nilai terbesar buku ini adalah kontribusinya terhadap dimensi kesehatan dan lingkungan. Industri tekstil konvensional dikenal sebagai salah satu penyumbang polusi terbesar di dunia. Pewarna sintetis mengandung bahan kimia berbahaya (seperti azo dyes, heavy metals, dan formalin) yang mencemari sungai, merusak ekosistem akuatik, dan mengganggu kesehatan manusia.

Melalui ecoprint berbasis tumbuhan lokal, buku ini menawarkan alternatif mengurangi paparan bahan kimia beracun. Pewarna alami dari daun, kulit buah, dan akar tidak mengandung zat karsinogenik maupun alergen kuat. Hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan pekerja (perajin), terutama ibu-ibu rumah tangga yang sering terlibat dalam proses produksi.

Limbah proses ecoprint bersifat biodegradable (mudah terurai alam) sehingga tidak menimbulkan pencemaran jangka panjang seperti limbah tekstil kimia. Mendukung keberlanjutan ekosistem. Dengan mendokumentasikan dan memanfaatkan tumbuhan lokal, buku ini mendorong pelestarian biodiversitas dan mengurangi ketergantungan pada bahan impor berbasis petrokimia.

Produk ecoprint yang dihasilkan aman bersentuhan langsung dengan kulit, cocok untuk produk bayi, pakaian dalam, dan fashion sehari-hari. Ini selaras dengan prinsipSafer by Design dalam kesehatan linukungan.

Dr. Yandri juga secara eksplisit menghubungkan praktik ecoprint dengan SDGs, khususnya tujuan ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), ke-12 (Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab), dan ke-15 (Ekosistem Darat).

Buku ini sangat inspiratif di tengah banjir produk fashion cepat (fast fashion) yang berpotensi merusak lingkungan. Ortologi Ecoprint Minangkabau menawarkan alternatif yang indah, bermakna, dan berkelanjutan. Saya menyukai semangat penulis yang ingin memberdayakan pelaku UMKM melalui teknik ini. Buku ini berhasil mengingatkan kita bahwa inovasi terbaik sering kali lahir dari kembali ke akar,  kembali ke alam dan kearifan lokal.

Dr. Eka Budi Satria, MPH 

Dosen Universitas Fort De Kock, Bukittinggi 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Arus Sungai Meluap Hingga Banjir, BPBD Pasaman Kerahkan Alat Berat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB