Maninjau, Prokabar.com – Ramadan adalah bulan rahmatan lil alamin, bulan penuh rahmat dan hidayah. Begitulah berbagai banyak surah dalam Al Quran dan sunah Rasulullah SAW. Agar berkah dan ridho Illahi dapat diraih, hampir seluruh umat muslim di Sumatera Barat, khususnya bersuku Minangkabau mengelar berbagai kegiatan keagamaan di surau dan masjid.
Rumah ibadah umat Islam penuh irama dan lantunan ayat suci Al Quran dari malam hingga subuh, siang dan sore. Masyarakat lintas generasi secara bergantian mengaji atau tadarus.

Bahkan tidak heran berbagai kegiatan perlombaan praktek amalan harian, terlaksanan sebagai bentuk upaya penguatan dan kaderisasi Islami. Seperti di Masjid Ummil Qura Duo Sidang, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam ini.
Masyarakat dan jemaah masjid tertua Maninjau ini, membuat semarak dan meriah dari pagi hingga malam. Setelah melaksanakan lomba tahfiz dan cerdas cermat di Mushalla Darussalam, Jorong Kukuban, perlombaan berlanjut ke Masjid Ummil Qura yang terletak di Jorong Bancah. Berupa MTQ tingkat Remaja, Dewasa dan Lansia, dan Penyelenggaran Jenazah untuk tingkat umum. Serta Lomba Azan dan Khutbah Jumat tingkat pelajar SMP dan SMA.

“Kami sangat senang dan kagum dengan dedikasi pengurus masjid bersama kepala jorong dan masyarakatnya. Semangat membangun dan memakmurkan masjid siang dan malam.” ujar Walinagari Maninjau Harmen Yasin saat Nuzul Quran Masjid Ummil Qura Duo Sidang, Senin (17/3) kemaren.
Harmen melanjutkan, selain gencar membangun secara fisik sehingga mempercantik dan indah masjid, semangat pembangunan kaderisasi generasi Islam cukup kita ajungi jempol. “Berbagai kegiatan pengkaderan, cukup kuat. Hal ini berkat semangat dan kekompakan pengurus beserta jamaah dan ibu-ibu PKK,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Ummil Qura Duo Sidang, Zulfiandi Datuak Putiah menambahkan, masjid adalah pusat segala pusat aktifitas umat muslim. Maka masjid adalah milik bersama, bukan hanya wewenang pengurus semata.
“Kami terus berjuang dengan segala usaha dan kemampuan kami untuk mengemban amanah ini. Dan hal ini tidak lepas dukungan kita bersama di kampung dan di rantau.” terangnya.
Selain perlombaan, Jemaah Masjid Ummil Qura ini juga melaksanakan berbuka bersama melibatkan masyarakat Maninjau, terkhusus Jorong Kukuban dan Bancah. Pemerintah Nagari Maninjau juga menyerahkan secara simbolis bantuan Cat Tembok untuk mendukung pembangunan fisik. Bahkan perantau juga mendukung pendanaan untuk kegiatan memakmurkan masjid dan kaderisasi (Didikan Subuh).
Peran perantau sangat aktif dan tidak bisa dianggap enteng. Selain dukungan materil yang luar biasa, juga dukungan moril dan gagasan sangat tinggi. “Hal ini pula membuat kita di sini semakin kuat dan semangat,” tutupnya. (rud)
















