Padang, Probakar – Hujan deras hanya satu setengah jam saja, membuat kawasan simpang kapuk kalumbuk digenangi air.
Kejadian ini sudah sekian kalinya sejak tiga tahun terakhir.
Warga kapuk kalumbuk Firman (46) menyebut genangan hingga banjir kali ini merupakan yang paling besar terjadi. Dua bandar atau drainase yang berjarak kurang lebih 250 meter sama sama meluap.
“Di drainase atau bandar pertama yang berdekatan dengan simpang kapuk, luapan air terjadi karena ujung atau muara bandar saluran airnya menjadi lebih kecil setelah sebuah perumahan berdiri sejak tiga-empat tahun lalu. Dengan drainase yang menyempit di jalan menuju perumahan, akibatnya aliran air menjadi tertahan dan akhirnya melimpah hingga ke badan jalan,” sebut Eka, warga kapuk luar.
“Sementara untuk titik banjir lainnya, persis di perbatasan kalumbuk dan gunung sarik yakni di depan Masjid Al Munawwarah, genangan atau banjir akibat kontur jalan terlalu rendah, dan drainase atau bandar lama telah banyak sedimen air yang mengendap sehingga perlu pengerukan hingga pembenahan,” sebut _adek_(38) warga kapuk lainnya.
“Perlu pengawalan dari anggota DPRD Padang dan memperjuangkan normalisasi bandar, agar banjir di simpang kapuk kalumbuk, dan juga depan masjid Al Munawwarah, agar kondisi ini tidak terus berlanjut setiap hujan deras mengguyur kota padang,” sebut Fadhli Islami, tokoh pemuda Kapuk kalumbuk.(Adh)
















