Maninjau, Prokabar.com – Setelah berhasil menanam dan memproduksi Padi Organik jenis bibit lokal merek Bujang Marantau dan Kahayan, Muhammad Iqbal melanjutkan padi jenis Mentik Susu asal Magelang Jawa Tengah.
Mohammad Iqbal, perantau yang pulang kampung mengabdikan dirinya bersama saudarinya Ramadhani Putri. Alumni Tamatan Institut Teknologi Bandung atau ITB ini pensiun dunia karir dan mencoba membantu masyarakat dalam kelestarian alam Hutan dan Danau Maninjau.
“Awalnya kami pulang kampung dan melihat banyak hal yang perlu kita kembangkan. Bekal ilmu pengetahuan disertai pengalaman hidup dan jaringan yang cukup memadai, menggerakan hati kami untuk berbuat. Hingga kami berhasil membentuk dua kelompok, pertama kelompok tani Bancah Sepakat, kedua kelompok Hutan Lestari,” terang Ramadhani Putri kepada Prokabar.com dikediamanya, Jambu Putiah, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Rabu (14/6).
Kelompok Bancah Sepakat sudah berjalan lima tahun lebih. Dan kini mengembangkan Padi Organik dengan segala macam terhindar dari pengaruh zat kimia. “Dimulai dari pupuk, pertisida dan sumber air terkontaminasi dari pertisida atau pupuk kimia sintetik,” lanjutnya.
Memulai dengan pembuatan pupuk kompos dari bahan tanaman sekitar, berlanjut pembuatan MOL atau Mikro Organisme Lokal. “Pemakaian pupuk kompos saat setelah tanah sawah sudah dibajak. Ditebarkan secara merata, kemudian tanahnya kita balik tertimbun tanah. Setelah beberapa minggu, tanah sawah baru diolah dan berlanjut penanaman bibit padi.” ungkapnya.
Untuk pembuat tanaman padi subur dan tahan dari serangan penyakit, pihaknya juga sudah membuat sejumlah MOL dengan jenis Mol Jerami, Mol Batang Pisang, Mol Rebung, Mol Buah, Mol Nasi dan Mol Keong. “Pemakaian Mol ini setelah 10 hari penanaman bibit padi. Dan terus berlanjut sekali 10 hari sesuai kebutuhan. Mol Jerami dan Pisang adalah penyubur tanah, Mol Rebung dan Nasi sebagai nutrisi penyubur biji padi. Sedangkan Mol Keong sebagai sumber tambahan protein pada tanaman padi.” terangnya.
“Tahap awal ini, kita menanam bibit lima sukek padi dengan luas lahan setengah hektar sawah. Jenis bibit Bujang Merantau dan Kahayan merupakan bibit lokal yang ada di sini. Sedangkan bibit Mentik Susu berusia tiga bulan berasal dari Magelang, Jawa Tengah.” tuturnya.
“Kita berharap, dengan meningkatkan mutu dan kualitas tanaman padi ini, meningkat pendapatan petani. Padi dengan hasil beras organik jelas lebih menyehatkan untuk konsumsi manusia. Serta sangat ramah lingkungan sebagai alam tempat hidup masyarakat. Semoga ini menjadi percontohan dan berkembang semakin lebih baik,” tutupnya. (rud)
















