Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

10 Mahasiswa Dapat Penghargaan Karena Bikin Meme, Kok Bisa?

Dibaca : 264

Surakarta, Prokabar — Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah menerima penghargaan dan hadiah sebagai pembuat Meme Pemilu 2019 terbaik di acara Workshop Konten Digital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Aula Fisip, UNS, Jumat (14/9).

Selain 10 pembuat meme terbaik, panitia juga memberikan hadiah kepada satu peserta terbaik untuk kategori pembuat video dengan hastag #ikutpemilu. Tak hanya diberikan hadiah dan pelatihan, seluruh peserta juga diberikan sertifikat.

Salah satu pembicara dari indonesiabaik.id, Tsani Sirojulmunir mengatakan, pada umumnya meme yang dibuat oleh para mahasiswa sudah sangat baik.

“Hanya ada sedikit koreksi untuk meme karya para mahasiswa pada tata letak gambar, kontras warna dan lainnya. Pada intinya sudah bagus dan kreatif,” ujar dia.

Para mahasiwa pun menyambut baik workshop yang dilakukan selama satu hari ini. Menurut mereka, pelatihan ini sangat bermanfaat khususnya untuk para mahasiswa untuk mengisi ruang medsos dengan hal yang positif.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Buat kami jadi kreatif lagi. Jadi kita bisa lebih antisipasi soal konten hoax. Selain itu, kita juga nantinya bisa cek kebenaran soal informasi di media sosial dahulu. Jika memang hoax kita bisa adukan ke Kominfo,” kata Tesa mahasiswa UNS.

Mahasiwa lainnya juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Adeuli, pelatihan yang diselenggarakan Kominfo ini sangat asik dan menarik. “Seru, asik nambah pengalaman karena baru satu kali ikut workshop seperti ini. Terima kasih Kominfo,” kata dia.

Ia menyebut, setelah mengikuti workshop ini, dia lebih paham apa yang harus dilakukan jika menghadapi konten negatif yang ada di media sosial. “Sesuatu yang negatif (di medsos) itu harus kita perangi dengan postingan yang positif bukan memberikan komentar atau lainnya,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Mifta Farid Aji Putra. Ia menyatakan akan lebih bijak menggunakan media sosial. “Ya setelah mengikuti pelatihan tadi, saya jadi mengerti agar bijak menggunakan medsos dengan ngeposting hal hal yang bermanfaat dan menginspirasi,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jendral Informasi Komunikasi Publik Kemenkominfo Siti Meiningsih berharap agar generasi muda khususnya mahasiswa bisa ikut menangkal berita hoax dengan mengisi ruang di media sosial dengan hal- hal yang positif.

Ia juga meminta agar mereka tidak gampang percaya atau ikut menyebarkan berita- berita yang belum jelas kebenarannya di medsos.

“Jangan percaya begitu saja berita-berita yang belum jelas dan ikut menyebarkan yang belum persis bahwa informasi itu apakah benar atau ada manfaatnya atau tidak. Jika memang itu tidak benar dan ada di HP kita, kita delete (hapus) juga tidak apa- apa,” ujar dia. (*/hdp)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top