Pendidikan

Unand Lakukan MoU dengan Empat Perguruan Tinggi

Padang, Prokabar — Empat Perguruan Tinggi (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Ekasakti, Universitas Dharma Andalas dan Universitas Taman Siswa) menandatangani nota kesepakatan (Memorandum of Agreement) dengan Universitas Andalas tentang perkuliahan Dalam Jaringan (daring) dengan System Credit Earning.

Sedangkan dua Perguruan Tinggi lagi (Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan Universitas Ekasakti) melakukan perpanjangan nota kesepahaman (Memerandum of Understanding).

Penandatangan kerjasama ini berlangsung di Ruang Rapat Auditorium Universitas Andalas pada Senin (23/9) yang dihadiri civitas dari masing-masing perguruan tinggi.

Sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban ketika Universitas Andalas memenangkan hibah Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) harus merangkul beberapa perguruan tinggi mitra yang berada di wilayah masing-masing.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Andalas (LP3M) Dr. Yulia Hendri Yeni, mengatakan Hibah ini bernama SPADA yang diberikan oleh Kemenristekdikti dan ini yang ketiga kalinya dilaksanakan oleh Kementerian tetapi untuk tahun ketiga ini berbeda dengan yang pertama dan kedua.

“Dimana tahun pertama dan kedua sifatnya tidak terorganisir untuk satu perguruan tinggi boleh masing-masing dosen mengajukan tetapi untuk tahun ketiga ini kemenristekdikti meminta harus diajukan secara kolektif dari perguruan tinggi masing-masing,” jelasnya dilansir Prokabar dari Unand.ac.id

ia mensyukuri ada sembilan mata kuliah yang ikut terlibat dalam hibah SPADA ini yang dibagi menjadi tiga klasifikasi yaitu full daring artinya online penuh dimana pertemuan onlinenya diatas 75%, klasifikasi kedua yakni blended learning merupakan campuran face to face class dengan online class yang disyaratkan maksimal 75% online.

“Kemudian klasifikasi yang ketiga yaitu kuliah terbuka, dimana untuk kuliah terbuka ini tidak ada persyaratan berapa banyak pertemuan onlinenya,” terangnya.

Untuk blended learning disampaikannya ada tiga mata kuliah sedangkan terbuka ada empat mata kuliah dan totalnya ada sembilan mata kuliah.

Lebih lanjut, ia mengatakan ada enam Program Studi yang terlibat yakni manajemen, farmasi, peternakan, akuntansi, teknik elektro dan teknik mesin.

Disamping itu, ia juga mengungkapkan untuk yang fulldaring harus ada perguruan tinggi mitra yang terlibat, saat ini ada dua mata kuliah yang full daring yaitu managemen pemasaran dan akuntansi biaya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Dr. Ricky Saputra, mengatakan ini adalah langkah awal untuk terus bisa bekerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi masing-masing.

“Di era 4.0 mau tidak mau kita dituntut untuk terus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan informasi,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan UMSB terus meningkatkan kerjasama tidak hanya dengan Universitas Andalas tetapi juga dengan perguruan tinggi lainnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor III Universitas Andalas Prof. Hermansah, MSc menyambut baik kerjasama ini sebagai upaya untuk menyamakan persepsi dan komitmen dimana masing-masing perguruan tinggi dalam mengembangkan sistem perkuliahan daring.

Ia berharap meskipun online dosen sebetulnya harus menyiapkan bahan yang sangat full/perfect jadi apapun sistem yang diterapkan dan dikembangkan oleh DIKTI baik daring atau apapun namanya sebagai dosen harus siap dengan materinya.

“Dilain pihak mahasiswa juga harus mengikuti ini sebagai proses evaluasi dan harus aktif dengan informasi-informasi yang ada sehingga nanti apa yang menjadi tujuan dari program ini tercapai,” ujarnya.(*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top