Padang, Prokabar — Universitas Andalas kembali mengukuhkan dua guru besar tetap pada Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian pada Senin (29/4) yang berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Unand Limau Manis Padang.
Kedua Guru Besar tersebut yakni Prof. Helmi, Ph. D (Guru Besar Tetap dalam Ilmu Pembangunan Pertanian pada Fakultas Pertanian) dan Prof. Dr. Ir. Novizar Nazir, MSi (Guru Besar Tetap dalam Ilmu Teknologi Hasil Pertanian).
Pemasangan kalung tanda kehormatan Profesor di pasangkan langsung oleh Ketua Majelis Guru Besar Prof. Dr. Ir. Fauzan Azima, MS didampingi Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Tafdil Husni, SE, MBA.
Dalam pengukuhan ini dihadiri Guru Besar tamu dari Universitas Indonesia, Prof. Dr. Zainal A. Hasibuan, Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Nurpilihan dan Universitas Jember, Prof. Dr. Ir. Yuli Witono, MP.
Selain itu juga ada dari universitas lain seperti Universitas Sebelas Maret Surakarta, Universitas Islam Batik Surakarta, IPB Bogor, Universitas Warmadewa Denpasar, Universitas Mercubuana Yoogyakarta, UNPAD, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Udayana Bali, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Semarang, Universitas Jambi, UNKHAIR Ternate Dan Politeknik Negeri Surabaya.
Kemudian juga dari universitas luar negeri seperti Prof. Dr. Bohari M Yamin (Universiti Sains Islam Malaysia), Prof. Dr. Nurul Huda (Universiti Malaysia Sabah), Dr. Azwani Mat Lazim (Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Febri Doni (Universiti Malaya), Prof. Nobutaka Ito (Chiang Mai Universiti) dan Prof. Sermkiyat Jonjurong (Chiang Mai Universiti).
Dalam kesempatan tersebut Prof. Dr. Ir. Nofizar Nasir, MSi menyampaikan orasi ilmiah tentang aplikasi life cycle thinkingdalam pengembangan teknologi hijau pengelolaan hasil pertanian. Menurutnya pesatnya perkembangan kesadaran lingkungan masyarakat selama berapa decade terakhir ini, pergeseran dalam sikap terhadap lingkungan telah membawa istilah baru seperti teknologi hijau dan ramah lingkungan.
Sementara itu, Prof. Helmi, Ph. D menyampaikan orasi ilmiah tentang menerapkan sains keberlanjutan dan mengadvokasikan kebijakan public untuk mendukung pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.
Focus orasi ilmiah ini disampaikannya mengenai relevansi sains terkait solusi masalah pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs.
Sementara itu Rektor Universitas Andalas mengatakan, pengukuhan ini memiliki makna sebagai pertanggung jawaban akademik dimana seorang profesor telah menggeluti bidangnya bertahun-tahun sebagai dosen, kemudian makna sosial menujukkan kepada masyarakat bahwa guru besar memilik kepakaran masing-masing dan terakhir guru besar selalu diharapkan memberikan insipirasi dan hal-hal baru yang sifatnya inovatif.
Disampaikannya menjadi Guru Besar bukanlah akhir pencapaian karir seorang dosen tetapi menjadikan gelar pengukuhan ini sebagai spirit yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru guna melahirkan karya-karya yang brilliant dan bermanfaat untuk khalayak umum.
Lebih lanjut ia menyampaikan perkembangan Guru Besar aktif saat ini berjumlah sebanyak 151 orang. “Dalam tiga tahun terakhir bertambah 22 orang dan pensiun sebanyak 11 orang” sambungnya.
Tahun sekarang dikatakannya sudah ada yang mengusulkan menjadi Guru Besar sebanyak 3 orang sedangkan yang akan pensiun sebanyak 7 orang.
Ia meminta kepada Lector Kepala untuk secepatnya mengusulkan menjadi Guru Besar karena di Universitas Andalas sendiri sudah ada skim-skim riset diantaranya riset Guru Besar yang membawa beberapa orang Doktor (S3) dan riset percepatan Guru Besar serta riset dari PNBP dari masing-masing fakultas. (*/hdp)
















