Pendidikan

Unand Buka Kesempatan Bagi Disabilitas Peroleh Pendidikan Tinggi

Dibaca : 115

Padang, Prokabar — Universitas Andalas membuka ruang dan kesempatan bagi semua unsur termasuk juga bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh jenjang pendidikan tinggi dari Program Studi (Prodi) yang ada.

Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri mengatakan ini merupakan suatu langkah yang diambil dalam penerimaan calon mahasiswa untuk memberi ruang bagi semua termasuk penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan tentu dalam proses penerimaan dan penyelenggaraan pendidikan perlu membutuhkan instrument fisik maupun non fisik termasuk juga ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menampung dan mengakomodasi penyandang disabilitas agar dapat diterima pada berbagai Prodi di Universitas Andalas.

“Memang dalam penentuan dan kriteria penerimaan Universitas Andalas menampung semua pilihan-pilihan kategori disabilitas baik tunarungu, tunanetra, tunawicara dan sebagainya,” ungkapnya dilansir dari laman Unand, Jumat (23/4).

Disamping itu, dikatakannya dalam penerimaan dan penyelenggaraan pendidikan ini tentu disesuaiakan dengan kelengkapan dan kesediaan yang dimiliki Universitas Andalas sendiri.

Pada prinsipnya Rektor punya kebijakan tahun 2021 ini menerima penyandang disabilitas untuk semua jenis dan bentuknya namun ada beberapa Prodi karena kebutuhan juga persyaratan teknis lain tidak semuanya menerima.

“InsyaAllah kedepan dengan berbagai langkah dan kebijakan yang diambil tentu akan memberikan ruang bagi semua untuk memperoleh kesempatan menempuh jenjang pendidikan tinggi disemua Prodi yang ada,” pungkas Rektor.

Sementara itu, Dr. Arif Maftuhin, M.Ag dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menekankan hal utama untuk menjadi perguruan tinggi inklusif adalah bagaimana insitusi sendiri siap untuk setiap saat beradaptasi bagi kebutuhan difable.

“Misalnya universitas mesti harus menyediakan atau memastikan setiap ruangan akses kursi roda tetapi ternyata bertahun-tahun tidak ada penguna kursi roda yang kuliah, jadi untuk apa” ujarnya.

Dikatakannya ketersediaan itu boleh saja tetapi tidak terlalu penting, yang utama adalah ketersediaan kita sendiri atau institusi yang siap secara fisik dan mental untuk menerima penyandang difabel sehingga apapun kebutuhan difabel bisa diwujubkan.

Ia melihat Universitas Andalas secara mental lebih siap dibandingkan UIN Sunan Kalijaga 20 tahun yang lalu sehingga nanti mampu memberikan layanan dengan baik bagi penyandang disabilitas ketika menempuh pendidikan tinggi.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top