Padang, Prokabar – Organisasi Angkutan Darat (Organda) menilai kondisi penurunan harga tiket pesawat yang sangat jauh dari batasnya menimbulkan keresahan bagi pemilik angkutan bus sehingga menganggu peluang berinvestasi.
Hal itu disampaikan Ketua DPD Organda Sumbar, Sengaja Budi Syukur saat pelantikan pengurus DPC Organda se- Sumbar sekaligus silaturahmi dengan Gubernur, kemarin di Auditorium Gubernuran.
Disebutkannya dengan loncatan harga tiket pesawat murah ini tentu membuat pengusaha resah. Sebab, sewaktu harganya tinggi pengusaha angkutan umum terutama bus antar provinsi mendapatkan angin segar.
“Saat harga tiket pesawat tinggi. Banyak masyarakat memakai bus sehingga pengusaha menambah armada angkutan. Namun, kini menurun harga tiket bahkan dibawah harga yang seharusnya malah bus kembali sepi penumpang,” katanya.
Dilanjutkan Budi, biasanya dalam sehari itu bisa berangkat dua sampai tiga bis. Namun, kini sehari itu saja hanya satu yang berangkat. Itupun isinya tidak penuh.
“Untuk itu kita minta pemerintah kembali mengatur harga tiket ini. Harga standarlah sehingga kita sama-sama bisa kerja baik pesawat maupun bis. Dan, mereka pengusaha tidak resah lagi berinvestasi,” katanya.
Kemudian Organda juga menyoroti kuota bahan bakar bersubsidi yang megalami penurunan terutama untuk solar. Bahkan, kuota itu sama dengan kondisi tahun sebelumnya sedangkan kedanaran angkutan dan umum selalu bertambah.
“Bahkan gubernur……………….
Halaman : 1 2 Selanjutnya
















