Peristiwa

Terkait Informasi Hujan Es di Mina, Ini Penjelasan Kadaker Mekkah

Mekkah, Prokabar — Beredar kabar bahwa Senin (12/08) kemarin terjadi hujan es di wilayah Makkah dan sekitarnya, termasuk Mina. Namun, hal ini dibantah oleh Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid.

“Yang kami rasakan di Mina itu hujan air biasa saja seperti di tanah air. Tapi karena terjadi di tanah suci, kita bisa rasakan bedanya,” kata Subhan, dilansir dari MCH Kemenag, Rabu (14/8).

Subhan menyampaikan ada beberapa akibat dari hujan. Pertama, hujan memang membuat sebagian karpet di tenda Mina basah, tetapi tidak membuat jemaah keluar dari tenda. “Karpet yang basah dilipat dan sudah kembali selesai. Yang kedua, betul ada beberapa maktab yang listriknya dimatikan. Ini untuk menghindari korsleting listrik akibat genangan air,” kata Subhan.

Saat hujan kemarin, petugas menurut Subhan juga mengimbau jemaah untuk tetap ada di tenda. Ini untuk menghindari resiko penumpukan di wilayah jamarat. “Jemaah diimbau tetap di tenda. Karena di luaran hujan. Dan juga jemaah yang selesai melontar jumrah, berhenti di jamarat karena berlindung dari hujan. Kalau yang ditenda berangkat ke jamarat, bisa terjadi penumpukan,” jelas Subhan.

Akibat hujan, beberapa eskalator yang mengarah ke jamarat juga terpaksa dihentikan. “Adapun satu atau dua eskalator yang dimatikan karena memang berada di tempat terbuka. Menghindari korslet dan bisa berakibat pada jemaah. Maka oleh pertahanan sipil Makkah, sambungan listrik dimatikan,” imbuhnya.

Ada pun menanggapi maraknya gambar mau pun video yang beredar tentang kondisi Mina, Subhan menjelaskan bahwa kenyataannya itu sesungguhnya hanyalah genangan air saja. “Karena petugas kita sudah langsung melakukan antisipasi dengan sigap berada di tenda jamaah. Berkoordinasi dengan pengurus maktab. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutur Subhan yang juga mengabarkan bahwa kondisi cuaca di Makkah dan Mina hari ini sangat cerah.

Kondisi kondusif di Mina juga dibenarkan oleh jemaah haji yang tergabung dalam kloter 20 embarkasi Batam (BTH 20) Zaini. “Kemarin kondisinya aman-aman saja, gak ada apa-apa. Ada bocor sikit-sikit mah wajar ya kan. Tempat kita ndak ada banjir. Kalau di luar tenda ada ya kan, tapi ya cuma air ngalir,” ujar jemaah asal Riau ini.

“Kalau listrik mati itu ada hanya sebentar, setelah itu diperbaiki langsung bisa lagi,” imbuhnya.

Surati, jemaah asal Indragiri Hilir, juga menyampaikan hal senada. “Biasa-biasa aja, ndak ada bocor, ndak ada apa. Cuma embun saja lah itu sifatnya. Gak ada apa-apa. Memang di luar tenda ada lah tapi ya air mengalir itu,” ujarnya. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top