Budaya

Tas Rajutan dan Noken, Jadi Ciri Kas Masyarakat Papua

Sorong, Prokabar — Setiap daerah tentu memiliki ciri kahas daerahnya masing-masing. Begitu pula di Papua umumnya menjadi salah satu cirri khas daerahnya adalah tas rajutan dan noken.

Karena kedua benda tersebut telah dipergunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, hal ini merupakan peluang bagi perempuan Papua agar menyiapkan tas rajutan dan noken,  sehingga dapat menjadi pendapatan untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorong Junita Linda Kraar Kamuru mengatakan, selama ini persoalan ketidakberdayaan perempuan Papua menjadi latar belakang terjadinya kasus kekerasan.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan meningkatkan ketrampilan perempuan Papua, sehingga dapat memberikan azas manfaat untuk mendongkrak pendapatan  bagi keluarga, ujar Linda Kamuru, Jumat (14/9).

“Permasalahan kita di Papua berupa kekerasan dalam rumah tangga, pendidikan yang rendah, ekonomi yang lemah itu smeua karena ‘torang’ (kita) tidak punya kemampuan apa-apa, makanya  itu kita harus meningkatkan keahlian perempuan, melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dorkas Kanapau mengatakan,  melalui pelatihan ini, diharapkan potensi dan keahlian yang dimiliki perempuan dapat mengalami peningkatan, sehingga dapat mandiri.

“Melalui pelatihan ini agar dapat perhatian khusus oleh mama-mama kita. Bagaimana terus  kita dorong agar potensi diri diasah,” kata Dorkas Kanapau.

Pelatihan membuat noken dan rajutan berbahan wol ini diikuti 50 mama-mama Papua,  dan akan berlangsung selama enam hari mendatang. Dengan adanya  instruktur atau pelatih professional, sehingga peserta langsung dapat menyerap ketrampilan yang sedang kita lakukan ini. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top