Tas Rajutan dan Noken, Jadi Ciri Kas Masyarakat Papua

Penulis -

Jumat, 14 September 2018 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorong, Prokabar — Setiap daerah tentu memiliki ciri kahas daerahnya masing-masing. Begitu pula di Papua umumnya menjadi salah satu cirri khas daerahnya adalah tas rajutan dan noken.

Karena kedua benda tersebut telah dipergunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, hal ini merupakan peluang bagi perempuan Papua agar menyiapkan tas rajutan dan noken,  sehingga dapat menjadi pendapatan untuk memenuhi kehidupan keluarganya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sorong Junita Linda Kraar Kamuru mengatakan, selama ini persoalan ketidakberdayaan perempuan Papua menjadi latar belakang terjadinya kasus kekerasan.

Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan meningkatkan ketrampilan perempuan Papua, sehingga dapat memberikan azas manfaat untuk mendongkrak pendapatan  bagi keluarga, ujar Linda Kamuru, Jumat (14/9).

“Permasalahan kita di Papua berupa kekerasan dalam rumah tangga, pendidikan yang rendah, ekonomi yang lemah itu smeua karena ‘torang’ (kita) tidak punya kemampuan apa-apa, makanya  itu kita harus meningkatkan keahlian perempuan, melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dorkas Kanapau mengatakan,  melalui pelatihan ini, diharapkan potensi dan keahlian yang dimiliki perempuan dapat mengalami peningkatan, sehingga dapat mandiri.

“Melalui pelatihan ini agar dapat perhatian khusus oleh mama-mama kita. Bagaimana terus  kita dorong agar potensi diri diasah,” kata Dorkas Kanapau.

Pelatihan membuat noken dan rajutan berbahan wol ini diikuti 50 mama-mama Papua,  dan akan berlangsung selama enam hari mendatang. Dengan adanya  instruktur atau pelatih professional, sehingga peserta langsung dapat menyerap ketrampilan yang sedang kita lakukan ini. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli
Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat
5 Alasan Memilih Logitech Flagship Store Blibli untuk Perangkat Teknologi Anda
JNE Raih Penghargaan CSR Awards 2026 Lewat Akselerasi Logistik Kemanusiaan
Teguhkan Komitmen Tanggung Jawab Sosial, JNE Sabet Penghargaan Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:59 WIB

50 Orang Pelaku Ekraf Ikuti Skill Up Laboratorium Kemen Ekraf Peduli

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:48 WIB

Bajaj-Maxride Resmi Hadir di Kota Bukittinggi, Hadirkan Solusi Transportasi Modern dan Peluang Penghasilan Baru bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB