Maninjau, Prokabar.com – 50 Orang Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Se- Kabupaten Agam mengikuti program Ekraf Peduli ADCAMP Skill Up Laboratorium di Hotel Maninjau Indah, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis dan Jumat (27-28/8). Pelatihan pengembangan promosi periklanan dan pemasaran menjadi bagian terpenting, terutama sudah harus merambah kepada digitalisasi.
Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar menjelaskan, kegiatan berlangsung se Indonesia. Khusus di Provinsi Sumatera Barat, terdapat 3 daerah. Yakni Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam.
“Merupakan daerah terdampak bencana, sehingga percepatan pemulihan pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.” Terangnya.
Andy mengatakan, pihaknya cukup kuat untuk mendorong program Ekraf Peduli dengan tema Pulih Bersama, Bangkit Berdaya. “Pengembangan dan bangun ekosistem harus dari daerah. Karena penguatan pondasi negara berada di desa atau nagari. Fokus pada daerah dan desa agar ekosistem ekonomi kreatif lebih meningkat mengimbangi wilayah perkotaan.
“Pengemasan atau packaging semakin menarik dan menjadi branding tersendiri. Agar memiliki daya tarik dari konsumen.” Ujarnya.

Meski demikian lanjut Andy, kebangkitan daerah adalah kolaborasi dengan semua pihak. Mampu merangkul dan menjalin banyak kerjasama dengan semua pihak. Untuk itu, pihak Kementerian Ekraf berharap semua pelaku usaha bersama pemerintah daerah dan pemerintah Desa harus lincah bergerak mengolah prodak, membranding hingga mempromosikan dalam kerjasama market antar daerah dan antar negara.
“Dalam hal ini, kami juga mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya kepada pemerintah daerah. Kami harap kan teruslah berkarya. Dan program ini akan terus berkelanjut. Melalui kegiatan ini dan harapan sukses dan terus berlanjut.” Terangnya.
Syatria, Assisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Agam Bidang Administrasi Umum menambahkan, peserta harus memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya. Sehingga berdampak berkemajuan kepada usaha ekonomi kreatif masing-masing pelaku usaha.
“Kami mewakili Pimpinan Kabupaten Agam mengucapan terimakasih kepada Direktorat Periklanan Kementerian Ekraf. Berharap 50 orang peserta mampu mandiri membuat Periklanan, Marketing dan mempromosikan prodaknya sehingga membantu Kabupaten Agam peningkatan ekonomi kreatif masyarakat secara luas.” Imbuhnya.

Kendala pengembangan ekonomi kreatif di Agam memang sering terjadi pada periklanan, promosi dan marketing. Faktor geografis wilayah juga menjadi tantangan tersendiri dan juga bisa menjadi potensi peluang usaha.
“Semoga Agam Nan Beragam ini bangkit dari bencana dan bangkit dalam usaha ekonomi kreatif beserta sektor pariwisata. Meningkat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat nantinya,” Pungkas Mantan Kadisparpora Agam tersebut. (rud)
















