Daerah

Tanpa Agunan dan Bunga, Pedagang Pasa Takjil Dapat Suntikan Modal


Pnjaman tanpa agunan dan tanpa bunga untuk pedagang pabukoan di Pasar Batusangkar

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyerahkan secara simbolik pinjaman tanpa agunan dan bunga untuk pedagang takjil di Pasar Pabukoan Batusangkar, Minggu (11/4/2021)

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyerahkan secara simbolik pinjaman tanpa agunan dan bunga untuk pedagang takjil di Pasar Pabukoan Batusangkar, Minggu (11/4/2021)

Dibaca : 1.2K

Tanah Datar, Prokabar.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memfasilitasi pinjaman tanpa agunan dan bunga untuk pedagang takjil di Pasar Batusangkar.

Hanya sebanyak 80 pedagang yang akan mendapatkan pinjaman ini.

Bupati Tanah Datar mengatakan pinjaman ini berkat kerjasama antara Pemkab, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Tanah Datar dengan Bank Nagari.

Bupati Tanah Datar Eka Putra memberikan pinjaman ini secara simbolis.

Baca Juga: 

“Semoga bisa membantu para pedagang untuk modal usaha saat Ramadan.”

“Pesan saya, jaga kepercayaan ini sehingga modal ini bisa terus digulirkan,” ungkap Eka Putra.

Dengan adanya pinjaman tanpa agunan dan bunga ini, Pemerintah Daerah berharap pedagang untuk bisa menjaga amanah.

Eka Putra mengimbau agar pedagang berjualan secara bersungguh-sungguh.

Penjual juga harus betul-betul mengembalikan pinjaman sehingga bantuan serupa bisa bergulir lagi pada masyarakat.

Baca Juga Milenialisme.com

Selain itu, program itu juga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghindari pedagang dari rentenir.

“Terimakasih SPSI dan Bank Nagari yang sudah membantu pemerintah daerah dalam upaya pemberantasan rentenir.” kata Eka Putra.

Dia menjelaskan, program untuk 80 pedagang ini merupakan yang pertama.

Kalau berhasil, kata Eka Putra, InsyaAllah akan terbuka lagi jalan untuk masyarakat di kecamatan lainnya.

“Ini adalah pilot project, kalau berhasil Insya Allah akan terbuka jalan untuk dunsanak di kecamatan-kecamatan,” pungkasnya.

Biasanya jelang Ramadan, banyak pedagang yang beralih usaha sebagai penjual takjil.

Peralihan usaha ini lantaran banyaknya peminat takjil untuk kebutuhan berbuka puasa.

(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top