Padang, Prokabar – Jelang memasuki bulan suci Ramadan, Pedagang daging segar mulai bermunculan di Padang.
Ini dalam rangka menyambut datangnya Ramadan. Tiap rumah tangga warga Padang, terutama Kuranji, Koto Tangah serta Indaruang dan papiko, ‘berburu’ daging sebagai hidangan sahur atau berbuka saat hari pertama puasa.
Pedagang daging musiman ini banyak terlihat di kawasan Kuranji, Kalumbuak, By Pass.
Rata-rata warga membeli 1/4 atau 1/5 kg. Dagingnya segar san empuk.
Baca Juga:
- Pakiah, Anak Bujang Tanggung Penyandang Buntil yang Kesepian
- Karyawan dan Manajemen XL Axiata Bagun Masjid dengan Wakaf
- Tanpa Angunan dan Bunga, Pedagang Pasa Pabukoan Dapat Suntikan Modal
“Dek ambo satangah dan dagiang se,” kata Runisa, warga Kuranji di simpang empat jembatan baru.
Daging saat buka puasa dalam tradisi Padang, sangat penting. Menurut warga doeloe kalau tak ada daging, bisa tapanca air mata.

Apalagi pemuda jika tak membelikan emaknya daging, maka rasa hidup tak berguna.
Membeli daging nan rancak agak setengah kilo, jadi kepuasan hati.
Sehingga tidak heran tiap pedagang senantiasa ramai. Hanya sehari dua ini saja lalu pedagang pergi.
Harga sekitar Rp130 ribu se kilo. Kadang kala bisa naik.
Baca Juga Milenialisme.com
- Daftar Lokasi Rukyatul Hilal di Seluruh Provinsi Indonesia
- Hampir 50 Persen, Janji Kampanye Hendri Septa Terwujud
- Pesan Zulkifli Hasan pada Wali Kota Padang
Tradisi membeli bantai jelang puasa di Padang, sudah lama ada. Ini untuk membahagiakan keluarga sendiri.
Tepat di depan kantor lurah Kalumbuk, rendi, penjual daging yang sehari harinya berjualan di pasar raya menyebut tahun lalu, habis terjual 120 kg daging, pada dua haru sebelum masuknya bulan puasa.
Meski hingga pukul setengah satu siang baru 45 kilogram yang terjual, ia yakin, stok hari ini sebanyak 120 kg akan dapat terjual habis. “Mungkin beko sore baru ka rami da”, sebut rendi. (adh)
















