Sejarah Singkat KJA Danau Maninjau

Penulis -

Kamis, 15 September 2022 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sana lanjutnya, Pak Benua sebagai toke bibit menawarkan ikan besar. Setelah pembibitan di Padang Sidimpuan, kolamnya berada di Simpang Silandit dan Batu Nadua. Di sini penyedia kolam baru bersama Pak Forkas.

“Pemasaran mitra kerja berlanjut beredar ke Sipirok ke Gunung Tua, Pinang Sori arah Sibolga. Ini pemasaran perdana ikan Maninjau ke luar Provinsi Sumbar. Dari Gunung Tua berlanjut ke Langgar Payung ke Kota Pinang. Dengan nama toke Pak Bibah. Berkembang ke Rantau Perapat dengan dua orang toke sampai ke Kota Medan. Di sini ditampung oleh Kolam Pancing pemilik Thomas keturunan Tionghoa Medan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Azmid Nur sendiri mengaku, ia lah perintis yang perdana melakukan usaha dan menjual ikan secara perorangan ikan KJA. Pemasaran menembus ke Medan mencapai 10 truk perhari.

Baca Juga : Pelaku Pariwisata : KJA Tidak Menghalangi Kunjungan Turis Mancanegara

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Melalui organisasi Muhammadiyah Cabang Tanjung Raya, di ketuai Pak Teja pada tahun 1987 bersama sekretarisnya Pak Amizal. Akan tetapi saat itu hanya bertahan dan berjalan tiga kali panen atau selama 1 tahun.

Seiring itu usaha perikanan dan pemasaran ikan KJA diikuti Naro di Sigiran dan Jon Pertiwi di Tanjung Alai. Surplai pakan ikan pertama bernama Sinta dengan agen tunggal Nusantara asal Thailand selaku DO atau agen utama yang pabrik di Jakarta.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kisah paling menantang atau paling berat diteror di jalan dengan tembakan senjata api dan dilempar batu di Pasar Tapus pulang dari Rao. Kondisi ini terpaksa meminta damping dari polisi setempat dari Polsek Panti selama dua tahun,” terangnya.

Azmid Nur Lahir di Batalion 131 Payakumbuh, Selasa 4 April 1951. Istrinya Nurkiam dan dikaruniai enam orang anak dan 18 orang cucu. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB