Pelaku Pariwisata : KJA Tidak Menghalangi Kunjungan Turis Mancanegara

Penulis -

Kamis, 2 Juli 2020 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Miswardi, seorang penggiat aktif dan pelaku pariwisata di Kabupaten Agam, terutama di Objek Wisata Alam dan Penginapan Danau Maninjau mengutarakan curahan hatinya ke sejumlah pemerhati dan awak media di Kabupaten Agam, akhir pekan lalu (27/6). Ia membeberkan, rusaknya dunia pariwisata Danau Maninjau bukan disebabkan karena persoalan keramba jaring apung atau KJA.

“Sebenarnya itu alasan yang tidak tepat terjadinya penurunan kunjungan wisata ke Danau Maninjau. Banyak faktor sebenarnya yang lebih menonjol ketimbang usaha perikanan tersebut,” ungkapnya.

Pada tahun 1990-an itu, Keramba Jaring Apung sudah ada juga. Dan tidak pernah terjadi permasalahan sebenarnya. Selain faktor sosial budaya, memang peningkatan sumber daya manusia serta peningkatan sarana prasaranan juga menjadi faktor sesungguhnya.

Baca Juga :  Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

“Alhamdulillah, kunjungan awal tahun 2020 lalu sudah terjadi peningkatan. Hanya saja karena pandemi Covid-19, sektor pariwisata di seluruh dunia berdampak. Jadi tidak hanya kita saja sekarang yang terdampak,” paparnya.

Sedangkan keramba jaring apung, saat ini menjadi sumber kehidupan masyarakat. Dan tidak bisa kita pungkiri, perputaran keuangan dan perekonomian yang berjalan saat ini, berkat KJA. “Kalau tidak ada KJA, mungkin merata seluruh masyarakat Selingkar Danau Maninjau mengalami kemiskinan dan kesengsaraan,” tuturnya.

“Hampir 80 persen masyarakat bisa memenuhi kebutuhan ekonominya berkat dari KJA,” terang Miswardi.

Baca Juga :  101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Ia melanjutkan sebagai pemandu turis asing, tamunya terutama dari Eropa sangat nyaman dan aman selama berkunjung ke Maninjau. Menikmati Danau Maninjau, perbukitan dan keindahan alam lainnya. “Saya setiap hari mandi di danau ini. Alhamdulillah, tidak ada gatal atau terganggu akibat pencemaran yang dimaksutkan banyak pihak itu. Dan itu tidaklah benar,” terangnya lagi.

Pada awal Januari hingga Maret 2020 lalu, kunjungan turis mulai naik lebih baik dari tahun sebelumnya. “Namun nasip dan keadaan tidak bisa berkehendak. Wabah Covid-19 kembali memperburuk dunia pariwisata kita. Dan kita harus kembali bangkit dan semangat, untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Danau Maninjau ini,” harapnya.

Baca Juga :  Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Untuk Kearifan Lokal, Tradisi, Kesenian dan Adat Istiadat sebenarnya menjadi unggulan dan pendorong kemajuan pariwisata. Termasuk wisata keramba jaring apung ini. Karena kita memiliki beragam keunikan. Termasuk kuliner Rinuak dan Bada. Hanya ada di Danau Maninjau.

Seluruh komponen masyarakar, Walinagari, Ninik Mamak dan Bundo Kanduang harus bersatu. Menyatukan persepsi dalam hal ini. “Mari kita menyusun rencana, membangkitkan perekonomian masyarakat Maninjau, kalau bisa seluruh masyarakat Kecamatan Tanjung Raya atau Salingka Danau Maninjau,” ajaknya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah
101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang
Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak
Sambut HUT ke-26, FKIKSP Salurkan Bantuan Rp10,23 Juta untuk Panti Asuhan Al Hurul Ain
BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah
Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat
KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Tak Lagi Sekadar Biji Kopi, Kopi Bantjah Kini Diolah Jadi Produk Bernilai Tambah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:32 WIB

101 Tukang di Bengkulu Selatan Ikuti Sertifikasi Kompetensi yang Digelar PT Semen Padang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Hujan Deras Picu Gangguan Pelayanan Air Minum, Sejumlah Intake Perumda Air Minum Kota Padang Terdampak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:26 WIB

BPBD Padang Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Kampung Apa Koto Tangah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Pemko Padang Terapkan Antrean Digital Solar Truk di Koto Lalang, Atasi Macet di SPBU Bandar Buat

Berita Terbaru