Segini Harga Sehelai Songket Unggan Dari Sijunjung

Penulis -

Sabtu, 1 Desember 2018 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Songket Minangkabau terkenal dengan hiasan benang emas dan benang peraknya seperti yang diproduksi di Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar dan Silungkang di Kota Sawahlunto. Di Kabupaten Sijunjung juha terdapat industri songket, yaitunya songket Unggan.

Bagi sebagian orang, mungkin belum begitu mengenal songket Unggan ini. Songket Unggan berasal dari perpaduan teknik bertenun Nagari Pandai Sikek dengan Nagari Silungkang. sampat saat ini, Songket Unggan telah berkembang pesat, baik jumlah pengrajin dan produksinya.

Indrayeni, salah seorang pengusaha tenun Songket Unggan yang berasal dari daerah Kabupaten Sijunjung, mengatakan dalam waktu satu bulan ia mampu memproduksi 200 helai songket.

“Kami bisa memproduksi lebih kurang 200 helai songket dari berbagai jenis. Dalam produksi tersebut, 25 persen diantaranya adalah songket penuh motif, 25 persen semi songket dan 50 persen lainnya adalah songket yang akan digunakan sebagai bahan pakaian,” ucapnya

Untuk memproduksi songket ia mempekerjakan 55 orang penenun dari beberapa nagari yang ada di Sijunjung, seperti Nagari Unggan, Silantai, Sumpur Kudus dan Sumpur Kudus Selatan.

Tidak hanya perempuan, beberapa penenun adalah laki-laki yang menjadi tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) daerah setempat.

“Setelah dibina untuk mengenal dan kemudian memiliki keahlian dalam menenun,” tambahnya

Harga jual sehelai songket sangat bervariasi. Untuk songket penuh motif dihargai mulai dari Rp.1,5 juta hingga Rp.4,5 juta rupiah. Sementara, untuk semi songket dihargai mulai dari Rp.500 ribu hingga Rp.2 juta rupiah dan untuk songket yang akan digunakan sebagai bahan baju dijual dengan harga mulai dari Rp.350 ribu hingga Rp.1.7 juta rupiah.

“Harga Rp.1.7 juta untuk bahan sutra, harga Rp.800 untuk bahan semi sutra, Rp.350 ribu untuk bahan jenis poliester dan Rp.350 ribu dan untuk bahan katun seharga Rp.400 ribu rupiah,” katanya.

Agar songket kian dikenal oleh masyarakat banyak, Indrayeni juga memiliki rumah promosi yang berada di ibu kota kabupaten, yaitu di Muaro Sijunjung.

“Nagari Unggan terbilang jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga dibutuhkan rumah promosi di daerah keramaian,” katanya.

Untuk meningkatkan penjualan hasil tenunan masyarakat, pemerintah setempat juga menggunakan Songket Unggan sebagai bahan pakaian ASN dilingkungan Pemkab Sijunjung.(eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB