Trending | News | Daerah | Covid-19

Budaya

Segini Harga Sehelai Songket Unggan Dari Sijunjung

Dibaca : 1.4K

Tanah Datar, Prokabar – Songket Minangkabau terkenal dengan hiasan benang emas dan benang peraknya seperti yang diproduksi di Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar dan Silungkang di Kota Sawahlunto. Di Kabupaten Sijunjung juha terdapat industri songket, yaitunya songket Unggan.

Bagi sebagian orang, mungkin belum begitu mengenal songket Unggan ini. Songket Unggan berasal dari perpaduan teknik bertenun Nagari Pandai Sikek dengan Nagari Silungkang. sampat saat ini, Songket Unggan telah berkembang pesat, baik jumlah pengrajin dan produksinya.

Indrayeni, salah seorang pengusaha tenun Songket Unggan yang berasal dari daerah Kabupaten Sijunjung, mengatakan dalam waktu satu bulan ia mampu memproduksi 200 helai songket.

“Kami bisa memproduksi lebih kurang 200 helai songket dari berbagai jenis. Dalam produksi tersebut, 25 persen diantaranya adalah songket penuh motif, 25 persen semi songket dan 50 persen lainnya adalah songket yang akan digunakan sebagai bahan pakaian,” ucapnya

Untuk memproduksi songket ia mempekerjakan 55 orang penenun dari beberapa nagari yang ada di Sijunjung, seperti Nagari Unggan, Silantai, Sumpur Kudus dan Sumpur Kudus Selatan.

Tidak hanya perempuan, beberapa penenun adalah laki-laki yang menjadi tahanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) daerah setempat.

“Setelah dibina untuk mengenal dan kemudian memiliki keahlian dalam menenun,” tambahnya

Harga jual sehelai songket sangat bervariasi. Untuk songket penuh motif dihargai mulai dari Rp.1,5 juta hingga Rp.4,5 juta rupiah. Sementara, untuk semi songket dihargai mulai dari Rp.500 ribu hingga Rp.2 juta rupiah dan untuk songket yang akan digunakan sebagai bahan baju dijual dengan harga mulai dari Rp.350 ribu hingga Rp.1.7 juta rupiah.

“Harga Rp.1.7 juta untuk bahan sutra, harga Rp.800 untuk bahan semi sutra, Rp.350 ribu untuk bahan jenis poliester dan Rp.350 ribu dan untuk bahan katun seharga Rp.400 ribu rupiah,” katanya.

Agar songket kian dikenal oleh masyarakat banyak, Indrayeni juga memiliki rumah promosi yang berada di ibu kota kabupaten, yaitu di Muaro Sijunjung.

“Nagari Unggan terbilang jauh dari ibu kota kabupaten, sehingga dibutuhkan rumah promosi di daerah keramaian,” katanya.

Untuk meningkatkan penjualan hasil tenunan masyarakat, pemerintah setempat juga menggunakan Songket Unggan sebagai bahan pakaian ASN dilingkungan Pemkab Sijunjung.(eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top