Daerah

Salat Magrib Berjamaah yang Kerap Terlupakan di Ramadan 

Dibaca : 203

Padang, Prokabar – Menunaikan ibadah shalat fardhu lima waktu di masjid atau musala tak kalah penting dengan berpuasa ramadhan menahan lapar dahaga seharian.

Singgah di Masjid Qawiyyah Parak Jigarang, rt 02 rw 05 Kelurahan Anduriang Kecamatan Kuranji, Prokabar melihat langsung, tak kurang 34 jamaah laki laki dan perempuan ambil bagian menunaikan salat maghrib berjamaah.

Jumlah ini terbilang cukup banyak di sebuah masjid di gang sempit kelurahan Anduring. Salah satu jamaah perempuan menyebut, di shaf perempuan cukup banyak hari ini. ” Sampai satu setengah shaf tadi. Lalu kalau tarawih, bisa mencapai tiga setengah shaf.” Sebut efa.

“Secara keseluruhan cukup ramai tarawih tahun ini, mengingat himbauan shalat di rumah pada tahun lalu yang juga masa awal awal pandemi, hanya satu shaf saja untuk laki-laki karena masa pandemi.” Sambung efa.

Fenomena sulitnya menemukan jamaah magrib lebih ramai ketimbang salat fardhu lainnya disebut salah satu ustad yang rutin memberikan kajian agama di masjid Al Azhar Kampung Kalawi, karena waktu adzan dan qomat kerap kurang dari lima menit.

“Sehingga kerap jamaah yang enggan tergesa-gesa akhirnya memilih salat maghrib di rumah,” lanjut ustad faisal.

Salah satu Keutamaan beribadah di petang hari seperti shalat maghrib berjamaah dikutip dari Surah Arrum ayat 17 adalah waktu petang atau waktu tenggelamnya matahari adalah waktu terbaik untuk bertasbih kepada Allah.

Sedangkan dalam buku belajar menunaikan shalat 5 waktu sesuai tuntunan Rasulullah, disebutkan, hadist riwayat Ath Thabrani, dari ‘Aisyah dari Rasulullah, bahwasanya Nabi bersabda, shalat yang paling utama di sisi Allah adalah salat maghrib. Wallahu’alam. (Adh)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top