Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen, Petani Gigit Jari, Pemkab Pessel Terkesan Abai

Penulis -

Senin, 29 Maret 2021 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Ratusan Hektare lahan persawahan milik petani di dua Kecamatan, di Pesisir Selatan (Pessel), terpaksa gigit jari melihat tanaman padi mereka dihantam hama wereng. Akibatnya hasil tani itu terancam gagal panen dan dinilai Pemkab Pessel abai.

Dua Kecamatan lahan persawahan milik warga yang di hantam oleh hama wareng ini yakni, Kecamatan Batang Kapas dan Kecamatan Sutera.

Informasih dihimpun Prokabar.com Senin (29/3).  Dari pengakuan sejumlah petani setempat, masalah hama wereng ini menjadi kendala utama menjelang masa panen.

Pantauan Prokabar.com di lapangan memang terlihat areal persawahan milik petani di dua Kecamatan, terlihat memasuki masa panen. Sekitar ratusan hektare lahan sawah yang ada, kondisi tanaman padi petani mulai menguning dan batang padi tersebut sudah banyak yang keriting.

Akan tetapi, dari hamparan lahan persawahan tersebut, terlihat juga
bantang padi yang tumbang akibat dari amukan hama wareng.

Akibatnya, jika pemerintah tetap tidak abai maka petani untuk selanjutnya mulai pesimis dan tidak menikmati hasil padi yang maksimal.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Menwa Maharuyung Latih Keterampilan di Kodaeral 2 Padang

Salah seorang petani di Kecamatan Sutera, Azuardin (53) mengatakan, sejumlah petani di Kecamatan Sutera yang sudah masuk masa panen terpaksa gigit jari, sebeb hama wareng semankin mengganas menghantam lahan sawah milik petani.

“Kami meminta perhatian Pemkab Pesisir Selatan terutama dalam mengintensifkan kinerja petugas penyuluh lapangan pertanian. Pasalnya, saat ini kondisi sawah kami terancam gagal panen akibat serangan hama wereng ,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah petani tidak belum ada sama sekali mendapatkan bantuan berupa obat-obatan dan hingga saat ini pemerintah belum ada yang turun kelapangan.

“Sekarang hama wereng banyak, kami khawatir untuk selanjutnya
ladang persawahan kami gagal panen kembali, dirinya mengakui tidak tahu bagaimana lagi untuk mengatasi hama tersebut.”

Dikatakan Azuardin, serangan hama tikus tersebut terjadinya merata dan
hampir dialami semua petani yang menggarap padi pada musim tanam tahun 2021 ini.

Baca Juga :  Dony Oskaria Perintahkan PTPN Turun Tangan Urus Gambir Lima Puluh Kota

Para petani juga tidak dapat berbuat banyak, karena penyebab
hama wareng adalah akibat yang palaing rumit, jelasnya.

Penyebabnya, pada musim tanam beberapa waktu lalu, sebagian petani ada yang tidak mengerjakan lahan sawah mereka. Sehingga mereka beralih ke kolam ikan.

“Memang di tahun 2021 ini sejumlah petani merata gagal panen. Ada sebahagian petani yang tidak menggarap lahan, dan sebagian ada juga yang menanamnya tidak serentak,” paparnya.

Petani Batang Kapas Samsuar (37) mengatakan, dirinya bersama kelompok tani lainnya di tidak sedikitpun mendapat hasil tani
berupa tanaman padi. Hal tersebut terjadi karena pada musim tanam saat ini ratusan hektare lahan pertanian diserang hama wareng, katanya.

“Lahan kami diserang hama tikus dengan jumlah yang sangat banyak, dan kami kewalahan untuk mengatasinya. Akibatnya kami mengalami gagal panen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan yang mengalami gagal panen di Batang Kapas saat ini kesengsaraan petani makin terasa, jangankan untuk
berzakat, sementara untuk kebutuhan mereka tidak cukup, jelasnya.

Baca Juga :  Nagari Sariak Alahan Tigo Minta Tambahan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol pada 2027

Lanjut Samsuar menuturkan, dengan kondisi tersebut banyak kelompok tani yang mengalami krisis ekonomi. Bahkan tidak jarang para petani menggadaikan lahannya hanya untuk menutupi biaya hidup ataupun menutupi kerugian akibat gagal panen, ungkapnya.

“Sekarang hidup kami seadanya, ada juga yang menggadaikan lawannya untuk biaya hidup atau untuk mendapatkan modal untuk tanam di kemudian hari, dimana biaya tanam hingga panen itu membutuhkan biaya sebesar
per hektarnya. Soalnya kami hanya dapat uang kalau panen saja, kalau
tidak panen ya kami tidak dapat uang,” ujarnya.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pertanian Pessel, Nuzirwan mengatakan, terkait hal itu coba koordinasi dengan BPPK Kecamatan masing-masing.

lewat telfon selulernya,Beliau menjawab,”Terkait hal itu konfirmasi saja kepada BPPK pertanian yang ada di Kecamatan masing masing.

Terkait soal anggran, Nuzirwan mengaku, saat ini pemerintah tidak menganggarkan racun hama wareng, karena keterbatasan anggran, tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

7 Tim Sepakbola Putri U-16 Bertarung di Piala Walikota Padang 2026
KAI Divre II Sumbar Perkuat Langkah Strategis Pengamanan Perkeretaapian Bersama Kodam XX/TIB
Zigo Rolanda Minta PT Hutama Karya Ekstra Antisipasi Dampak Proyek Sitinjau Lauik Terhadap Air Baku Padang
Donor Darah PT Semen Padang Kumpulkan 412 Kantong untuk Kemanusiaan
Nagari Sariak Alahan Tigo Minta Tambahan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol pada 2027
Bukan Sekadar Baris-Berbaris, Menwa Maharuyung Latih Keterampilan di Kodaeral 2 Padang
PT Semen Padang Raih Grand BAZNAS Awards 2026 sebagai BUMN Pengumpul Zakat Terbaik
Pemkot Padang Gelar Gerakan Wisata Bersih di Pantai Air Manis, Libatkan Pedagang dan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:20 WIB

7 Tim Sepakbola Putri U-16 Bertarung di Piala Walikota Padang 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:37 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Langkah Strategis Pengamanan Perkeretaapian Bersama Kodam XX/TIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Zigo Rolanda Minta PT Hutama Karya Ekstra Antisipasi Dampak Proyek Sitinjau Lauik Terhadap Air Baku Padang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Donor Darah PT Semen Padang Kumpulkan 412 Kantong untuk Kemanusiaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:52 WIB

Nagari Sariak Alahan Tigo Minta Tambahan Mahasiswa KKN UIN Imam Bonjol pada 2027

Berita Terbaru

Hiburan

Andri Mashadi dan Dinda Kirana Mabuk Laut Saat Syuting!

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:39 WIB