Pusat Bahasa di Perguruan Tinggi Perlu Dikembangkan Jadi Pusat Riset

Penulis -

Senin, 20 September 2021 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Kepala UPT Pusat Bahasa Universitas Andalas (Unand), Sawirman, menyarankan agar pusat bahasa di perguruan tinggi dikembangkan menjadi pusat riset kebahasaan.

Ia menyebut bahwa hal itu perlu dilakukan untuk menjadikan pusat bahasa sebagai lembaga strategis.

Sawirman mengatakan bahwa ia menyarankan hal itu agar peran pusat bahasa meningkat dari hanya sebagai pusat pendidikan menjadi pusat riset.

Selama ini ia melihat bahwa pusat bahasa atau layanan lembaga kebahasaan di perguruan tinggi di Indonesia umumnya baru terkonsentrasi untuk pelatihan dan pelaksanaan TOEFL dan IELTS.

Fungsi lainnya ialah sebagai tempat penerjemahan naskah atau artikel berbahasa asing ke Indonesia atau sebaliknya.

“Kalau peran pusat bahasa dengan berbagai sebutan sejenis di berbagai perguruan tinggi di Indonesia masih seperti ini, kita tak akan dicari oleh peneliti dan belum dapat difungsikan ke ranah yang lebih bermartabat. Untuk menjadikannya sebagai lembaga strategis, pusat bahasa harus dikembangkan dari hanya tempat pendidik kemampuan berbahasa berkembang menjadi pusat riset di bidang kebahasaan,” ujarnya dalam webinar bertajuk “Kata Mereka tentang Peran Bahasa Indonesia di Mancanegara”, Sabtu (18/9).

Apabila pusat bahasa menjadi pusat penelitian kebahasaan, kata Sawirman, semua kegiatan kebahasaan dan penelitian kebahasaan bisa dilakukan di sana.

Selain itu, peralatan yang dibutuhkan untuk penelitian kebahasaan, seperti perangkat lunak (software) kebahasaan, ada di pusat bahasa. Dengan begitu, peneliti-peneliti berbobot akan masuk ke pusat bahasa. Selama ini, pusat bahasa hanya dimasuki oleh mahasiswa S-1 dan pemelajar.

Sawirman merencanakan hal itu agar pusat bahasa di perguruan tinggi di Indonesia menjadi seperti pusat bahasa di perguruan tinggi di negara lain, yang sudah merangkul banyak aspek yang berkaitan dengan kebahasaan.

Ia menyebut pusat bahasa sebagai pusat riset kebahasaan sebagai peluang pusat bahasa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berkembang.

“Namanya saja pusat bahasa, harusnya menjadi pusat hal ihwal tentang kebahasaan. Kalau cuma untuk mengajarkan kemampuan berbahasa, itu fungsi kursus bahasa. Kelebihan pusat bahasa yang seharusnya tidak dimiliki kursus bahasa ialah penelitian bahasa,” tuturnya.

Sawirman lalu mencontohkan lembaga-lembaga kebahasaan di luar negeri, misalnya Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) di Jepang, Universitas Inalco di Paris, Universitas SOAS di London, dan Hankuk University Foreign Studies (HUFS) di Korea Selatan.

Sebelum menjadi institusi pendidikan dan penelitian kebahasaan dan ilmu-ilmu terkait terkenal di Jepang, TUFS berawal dari penelitian dan penerjemahan dokumen-dokumen berbahasa asing.

Begitu juga dengan sejarah Universitas Inalco Sebelum menjadi universitas pengkaji dan penelitian bahasa dan ilmu-ilmu terkait, lembaga itu dulunya memiliki banyak praktisi kebahasaan dalam berbagai bahasa di dunia yang semula bertujuan untuk mendukung visi kolonial.

“Universitas SOAS juga berawal dari sejarah yang mirip. Sebelum berkembang menjadi universitas dengan beragam ilmu terkait. HUFS dengan 45 jurusan bahasa asing, termasuk bahasa Indonesia, tidak hanya bergerak dalam bidang pengajaran keahlian berbahasa, tetapi juga penelitian hal ihwal dalam bidang kebahasaan dan peradaban dunia. Universitas-universitas tersebut setidak-tidaknya bisa menjadi inspirasi untuk pengembangan pusat-pusat bahasa berbagai perguruan tinggi di Indonesia sesuai dengan kondisi negara dan perguruan tinggi kita,” ucapnya.

Untuk mewujudkan pusat bahasa di perguruan tinggi di seluruh Indonesia menjadi pusat riset kebahasaan, menurut Sawirman, dibutuhkan bantuan Forum Institusi Layanan Bahasa (Filba) sebagai himpunan pusat bahasa di perguruan tinggi.

Ia berharap Filba mendorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta lembaga-lembaga terkait untuk membuat kebijakan agar pusat bahasa menjadi pusat riset kebahasaan selain sebagai pusat pelatihan, penerjemahan, dan tes kebahasaan. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya
96 Orang Siswa Smantara Ikuti TKA 2025
Suka Suka Band, Slank & Bernadya Guncang Pensi Teras 2025 SMAN 3 Jakarta di Balai Sarbini
Kurikulum Berbasis Cinta Resmi Diluncurkan, UIN Bukittinggi Siap Implementasi

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Selasa, 14 April 2026 - 19:23 WIB

Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi

Kamis, 13 November 2025 - 07:05 WIB

58 Orang Pengurus OSIS dan MPK 2025 Ikuti LDKS SMPN 1 Tanjung Raya

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB