Tanah Datar, Prokabar – IAIN Batusangkar siap menyambut tantangan baru untuk menjadi kampus pertama yang melaunching serta menerapkan kampus merdeka di Indonesia. Saat ini, IAIN Batusangkar telah merampungkan kurikulum KKNI berbasis merdeka belajar dan segera menerapkannya bagi mahasiswa di pertengahan tahun ini.
Hal ini disampaikan oleh Rektor, diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Desmita, saat opening speech sekaligus membuka secara resmi kegiatan webinar nasional kampus merdeka secara online yang diikuti lebih dari 214 orang.
“Kita menyadari banyak persoalan dan tantangan baru yang tercipta dalam penerapan kampus merdeka dan merdeka belajar ini, dan dibutuhkan beberapa kebijakan negara maupun maupun kebijakan diinternal masing-masing perguruan tinggi untuk mengeksekusi atau menerapkan kampus merdeka dan merdeka belajar,” ujar Desmita.
sebagai bukti kesiapan, tahap pertama ini khusus untuk Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dijadikan pilot proyek dan diharapkan akan diikuti secara maksimal oleh fakultas lain di lingkungan IAIN Batusangkar.
Webinar Nasional yang bertemakan “Kebijakan PTKIN menuju Kampus Merdeka; Tantangan dan Peluang di Era Revlusi Industri 4.0. tersebut menampilkan narasumber tunggal yaitu Prof. Dr. Sutrisno dari Yogyakarta yang juga bertugas sebagai Ketua Tim Pengembangan Kurikulum PTKI Indonesia. Serta moderator sekaligus sebagai pemantik jalannya diskusi oleh Dr. Sirajul Munir, M.Pd yang juga sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTIK) IAIN Batusangkar.
Dalam pengantar diskusinya, Sirajul Munir menjelaskan, FTIK segera merespons dan menindaklanjuti arah kebijakan pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan yang menggagas kebijakan kampus merdeka sejak 20 Januari lalu. Atas dasar itu, sebelum ini mahasiswa FTIK telah beberapa kali menggelar kegiatan serupa dengan tinjauan yang berbeda dan kali ini segera dilaunching oleh Rektor sekaligus mengangkat seminar nasional secara online.
” Ada 4 konsep yang diusung menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim, diantaranya keluwesan membuka prodi baru, sistem akreditasi yang dapat diperpanjang, mendorong perguruan tinggi untuk berbadan hukum, mahasiswa belajar 3 semester di luar prodi termasuk di perguruan tinggi lainnya,” terang Sirajul Munir.
Dalam webinar tersebut Prof. Dr. Sutrisno menjelaskan bahwa secara umum seluruh PTKIN khususnya IAIN Batusangkar sangat berpeluang besar dan mampu untuk bertransformasi menjadi Kampus Merdeka. Hal ini bergantung pada kebijakan masing-masing PTKIN untuk menerapkan kurikulum baru yang selaras dengan kampus merdeka dengan cara beradaptasi dengan situasi dan kondisi masing-masing kampus karena setiap PTKIN memiliki otonomi sendiri.
Menurut Sutrisno, ada beberapa faktor yang menjadi dasar perubahan kurikulum pada perguruan tinggi termasuk PTKIN yaitu tuntutan sebagai akibat dari Revolusi Industri 4.0 (terjadi disrupsi), akibat kebijakan kampus merdeka dari pemerintah dan adanya pandemic COVID-19 menimbulkan The Changing Nature of Life, The Changing Nature of Work, dan The Changing Nature of Education yang akan mengubah persepsi masyarakat. Jika wacana ini akan direalisasikan maka setiap PTKI akan menghadapi beberapa tantangan yaitu mengubah kampus konvensional menjadi cyber campus; campus digital, daring dan online. (eym)
















