Internasional

Populasi Islam Terus Tumbuh, Pemerintah Amerika Ingin Kirim Lebih Banyak Jamaah Haji

Jedah, Prokabar — Jutaan Umat Islam dari berbagai penjuru dunia datang ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya.

Meski bukan termasuk negara dengan jumlah umat Muslim terbesar, Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu yang membuka pintu bagi warganya yang beragama Islam untuk pergi haji.

Berbeda dengan Indonesia, sebagai negara pengirim jemaah haji terbesar di dunia, jemaah haji yang dikirim ke AS hanya sekitar 20 ribu orang per tahun. Pengurusan pun tidak dilakukan pemerintah. Namun melalui agen perjalanan resmi. Salah satunya Dari El Salam.

Konsul Jenderal Amerika Serikat (AS) di Jeddah Ryan M. Gilha mengatakan perkembangan Umat Muslim sudah berada di Amerika Serikat (AS) sejak abad ke-18 dan populasinya terus tumbuh sejak saat itu. Saya tidak tahu angka pastinya tapi sekitar 5 sampai 6 juta orang. Mereka berada di seluruh wilayah Amerika. Dengan berbagai berbagai latar belakang, seperti dari Indonesia, Asia. Adapula warga yang mungkin baru berpindah masuk Islam, bukan dari luar tapi warga Amerika sendiri.

“Sejak abad ke-18 perkembangan umat muslim di AS terus berkembang, Mereka berada di seluruh wilayah Amerika. Dengan berbagai berbagai latar belakang, seperti dari Indonesia, Asia. Adapula warga yang mungkin baru berpindah masuk Islam, bukan dari luar tapi warga Amerika sendiri. Angka pastinya tapi sekitar 5 sampai 6 juta orang,” terang Ryan dilansir dari Media Center Haji di Jeddah, Jumat (23/8).

Di Amerika saat ini, kata Ryan sekitar 20 ribu orang yang mendaftar tiap tahun untuk melaksanakan haji. Angka ini mungkin lebih sedikit dari Indonesia yang mencapai sekitar 200 ribu. Tapi jumlah jemaah ini tergantung dengan yang mendaftar.

“Kami memiliki 2 operator atau agen perjalan yang menawarkan jasa perjalanan ibadah haji. Selama masih ada yang mendaftar, operator tersebut akan melayani kepergian jemaah haji. Kami harap makin banyak yang pergi berhaji dari Amerika,” ujar Ryan

Saat disinggung mengenai jumlah kuota yang dimiliki untuk jemaah haji Amerika, dia menjawab, karena Amerika bukan anggota em>Organisation Islamic Cooperation (OIC) atau Organisasi Konferensi Islam (OKI), maka kuota untuk Amerika sendiri tidak ada Tapi jemaah yang kami kirimkan lebih berdasarkan kepada kapasitas pada agen perjalanan. Sekarang jemaah haji yang dikirim dari Amerika sekitar 20 ribu.

“Tidak ada kuota untuk Amerika, karena tidak semua negara merupakan anggota Organisation Islamic Cooperation (OIC). Jadi tidak ada kuota. Tapi jemaah yang kami kirimkan lebih berdasarkan kepada kapasitas pada agen perjalanan. Sekarang jemaah haji yang dikirim dari Amerika sekitar 20 ribu,” jelasnya

Menurutnya, pendaftaran pergi haji di Amerika sangat mudah. Hanya perlu mengunjungi website Kementerian Haji dan mengikuti instruksi, serta memilih operator atau agen perjalanan dan mereka mengurus visa aplikasi dan berbagai hal lain. Jadi prosesnya sangat mudah. “Pemerintah Amerika Amerika tidak mempunyai aturan tentang itu. Kami akan mengurus begitu jemaah haji sampai di sini. Aplikasi pendaftaran, izin prosesnya sangat mudah,” kata Ryan.

Saat ditanya berapa lama pengurusan berhaji tersebut, Ryan mengakui tidak tahu pasti karena semua yang menangani adalah agen perjalanan. “Saya tidak tahu karena itu berdasarkan agen perjalanan,” tuturnya.

Pemerintah Amerika sendiri, selama menangani pengiriman jemaah hajinya ke Arab Saudi tidak pernah ada kendala, karena memang prosesnya sangat mudah. Pihaknya juga berharap kapasitas jemaah haji yang pergi terus bertambah oleh operator dari Amerika.

“Tahun ini kami mengetahui kalau ada 1 operator yang memesan pesawat khusus pertama kalinya untuk jemaah haji. Ini pertama kalinya sejak 1997, kami mempunyai penerbangan langsung dari Amerika ke Arab Saudi untuk program Haji. Menurut kami ini menjadi peluang untuk menambah jumlah jemaah haji dari Amerika untuk berhaji,” ujarnya.

Pemerintah Amerika sangat mendukung kepada seluruh warga negara Amerika apa pun yang mereka ingin lakukan untuk merefleksikan kebebasan beragamanya. “Populasi Muslim Amerika kami anggap penting, bagian dari komunitas warga kami. Kami senang melihat warga Amerika tidak hanya yang hidup di Amerika tapi juga yang bepergian atau melaksanakan ibadah haji,” tandasnya. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top