Pilpres Ditunda, Pengamat Nilai Jokowi Bisa Sad Ending

Penulis -

Kamis, 3 Maret 2022 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pro kontra tentang penundaan jadwal Pemilihan Presiden terus meluas, apalagi Ketua Umum Partai Politik mulai angkat bicara. Penundaan Pilpres ini dinilai akan memberikan ruang yang lebih luas dalam pemulihan ekonomi Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Hardi Putra Wirman menilai isu ini akan merugikan Presiden Jokowi. Lantaran langkah ini menjadi beban bagi Presiden Jokowi, terutama di masa akhir jabatan presiden, dan mencatat sebuah sejarah riak politik bagi bangsa.

“Wacana tersebut berpotensi membuat masa akhir jabatan presiden Jokowi menjadi tidak Happy Ending atau Sad Ending, sebab penundaan pemilu memiliki konsekuensi politik yang berat hingga amandemen UU 1945,” jelas Hardi yang juga dosen Ilmu Politik di IAIN Bukittinggi ini.

Selain itu, jebolan doktor Universitas Padjajaran ini melihat Jokowi di akhir masa jabatannya ingin meninggalkan legacy yang baik, seperti pemindahan ibukota negara dan pembangunan infrastruktur yang kian masif.

“Penundaan pilpres akan kontraproduktif dengan keinginan Jokowi, tidak elok bagi masa depan bangsa dan demokrasi,” jelas Hardi Putra Wirman.

Isu yang digelembungkan oleh para elit politik ini dianggap Hardi sebagai usaha partai politik untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas pada Pileg 2024 mendatang.

“Wacana Cak Imin tersebut kami melihat sebagai sebuah respon terhadap tingginya angka kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi, dimana rata-rata hasil survei mencatat angka 75% tingkat kepuasan. Sehingga, Cak Imin mencoba masuk ke ceruk besar masyarakat yang puas tersebut dengan wacana penundaan pemilu yang sebenarnya wajah lain dari Jokowi 3 periode,” papar peneliti Polstra Researching & Consulting ini.

“Harapannya publik yang puas tersebut terkonversi menjadi dukungan kepada PKB dan atau Cak Imin, mengingat fenomena saat ini partai politik terus berupaya menjaga pertumbuhan elektabilktas mereka, tidak terkecuali PKB,” pungkasnya.(laf)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Berita

Novra Nurman Nyatakan Siap Pimpin PWI Pasaman

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:26 WIB