Pertama Kalinya, Mahajava Aksata Management Gelar Sendratari Ramayana di Balkondes Tuksongo Borobudur

Penulis -

Sabtu, 10 Juni 2023 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa - Pagelaran seni tari Sendratari Ramayana oleh Yayasan Putro Ngudi Utomo Martowiyono

Foto Istimewa - Pagelaran seni tari Sendratari Ramayana oleh Yayasan Putro Ngudi Utomo Martowiyono

Yogyakarta, Prokabar – Pagelaran seni tari Sendratari Ramayana yang di selenggarakan oleh Yayasan Putro Ngudi Utomo Martowiyono sukses mencuri perhatian para wisatawan asing dan lokal.

Seni tari Sendratari Ramayana menceritakan bagaimana manusia hidup di bumi ini (mengibaratkan manusia harus hidup dari sebuah buku), Candi Borobudur merupakan berwujudan buku yng harus di pelajari oleh manusia itu sendiri.

Elisabeth Nurhayati selaku Pendiri Yayasan dan juga penulis narasi sendratari dan kareografi pada bagian Shinta Obong dalam bentuk formasi Catra Borobudur.

Menurutnya, perbedaan sendratari Ramayana Borobudur ini dengan sendratari Ramayana lainnya adalah pesan tentang Catra Borobudur.

“Bahwa Catra Borobudur sampai sekarang belum di pasang atau belum dikembalikan di tempat paling tinggi Candi. Dengan di gelarnya Sendratari ini, adalah upaya agar “spirit” Catra dapat kembali dengan harapan kembalinya Catra yang asli dan dipasang pada tempatnya,” ujar wanita yang akrab disapa Bu Lisa.

Pelatihan budi pekerti, karawitan, tari, batik, matematika secara gratis dan juga pelatihan membangun ekosistem industri pariwisata yang dapat meningkatkan sektor perekonomian di tingkat menengah bawah.

“Ada pesan memuat kombinasi sisi pertujukan, seni, dan spiritual yang juga harus tersampaikan”, tambahnya.

Foto Istimwea – Mahajava Aksata Management Gelar Sendratari Ramayana di Balkondes Tuksongo Borobudur

Pagelaran seni tari Sendratari Ramayana yang berlangsung pada 2 Juni 2023 lalu tersebut tak terlepas dari peran dan respon positif dari warga setempat.

Terbukti persiapan dalam tiga bulan sebelum hari H, ada sedikitnya melibatkan 100 orang yang berlatih. Mulai dari penari, musisi dan kru lapangan. Keseluruhan jumlah tersebut, 90 persennya adalah warga lokal setempat.

Sebagai informasi, wilayah Borobudur terdiri dari 20 desa yang salah satunya berada di sekitar Balkondes Tuksongo. Hasil profit pertunjukan sendratari tidak terlepas dari ekonomi dan budaya masyarakat sekitar. Rencananya kegiatan ini akan digelar secara kontinity dan terencana lalu diberikan secara sosial demi memajukan perkembangan ekonomi lokal msyarakat sekitar Borobudur.

Areal Candi Borobudur sendiri mempunyai aturan agar kegiatan wisata hanya dilakukan dari pagi sampai sore. Akan tetapi Pagelaran Sendratari Ramayana ini juga sangat membantu pelaku usaha pariwisata, aktivitas malamnya juga akan diramaikan dengan kegiatan seperti ini. Yayasan Putro Ngudi Utomo Martowiyono juga memberikan pelatihan kepada masyrakat sekitar Borobudur untuk bisa berperan sebagai pelaku usaha. Pelatihan dan pendidikan ini bisa dalam bentuk seni dan budaya, management resto dan café agar potensi masyarakat bisa terus berkembang. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB