Perayaan Seni Multietnik Cap Go Meh 2020 di Padang

Penulis -

Kamis, 6 Februari 2020 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Perpaduan ras dan budaya sangat ditonjolkan pada perhelatan tahunan budaya etnis Tionghoa itu.

Hal itu dibuktikan dengan penampilan budaya multikultura yang dilaksanakan pada Rabu (5/2) malam dan Kamis (6/2) malam di lokasi Pecinaan Kampung Pondok Padang.

Dalam pertunjukan seni multikultura tersebut ditampilkan delapan kebudayaan yang ada di Indonesia termasuk kesenian Minang Kabau.

“Tadi malam kami sudah menampilkan tradisi kesenian dari beberapa kebuayaan yaitu Mentawai, Batak, Nias dan Tionghoa,” ujar panitia Cap Go Meh, Albert Hendra Lukman, Kamis.

Ia mengatakan bahwa pertunjukan selanjutnya yang akan dilaksanakan nanti malam adalah kesenian dari Minangkabau dan beberapa kesenian dari daerah lainnya.

“Penampilan seni dan budaya ini kami lakukan yang pertama untuk menunjukkan bahwa Sumatera Barat adalah daerah yang sangat toleran,” katanya.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan itu juga untuk meningkatkan kunjungan turis untuk meningkatkan pariwisata Sumatera Barat, terutama untuk Imlek yang telah menjadi kalender tahunan pariwisata Sumatera Barat.

Pertunjukan seni multikultura dihadiri turis asing

Tidak hanya wisatawan lokal yang hadir pada saat pertunjukan seni multikultura yang dilaksanakan pada Rabu malam, beberapa wisatawan mancanegara juga tampak menghadiri rabgkaian event Cap Go Meh itu.

Wisatawan manca negara yang hadir dalam pertunjukan itu berasal dari Malaysia, Singapura dan beberapa turis dari Australia.

“Kami mendatangkan wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang merupakan keluarga besar Lee Kwe dalam peringatan Cap Go Meh ini,” kata Albert

Ia mengatakan, ada belasan orang yang sudah sampai di Padang dan sudah menyaksikan rangkaian acara yang salah satunya adalah pertunjukan seni multikultura.

“Tadi malam yang sudah hadir sekitar 15 orang dan masih ada yang menyusul akan menuju ke sini,” lanjutnya.

Ia mengatakan, Cap Go Meh ini akan terus terlaksana hingga tanggal 8 Februari 2020 mendatang yang akan ditutup dengan arak-arak kelabang raksasa.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir
Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek
Festival Nan Jombang Tgl3 Hadirkan Takbiran Meriah dari PUSAKOSAKTI MINANGKABAU
Geger Sepehi 1812: Kementerian HAM Dukung Penuh Repatriat Equity Claiming Aset Sri Sultan HB II
Ukir Sejarah, Tridaya Festival Libatkan Seluruh Pemuda Desa Borobudur Ciptakan Kerukunan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Minggu, 23 November 2025 - 05:32 WIB

Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional

Jumat, 21 November 2025 - 07:34 WIB

Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:54 WIB

Festival Sipak Rago 2025 Tarik Ribuan Warga di Sungai Bangek

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB