Pelajar SMAN 1 Tanjung Raya Lestarikan Budaya Minangkabau

Penulis -

Senin, 26 September 2022 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Sejak awal semester satu tahun 2022 ini, SMAN 1 Tanjung Raya melaksanakan Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek sekaligus regulasi Perda Provinsi Sumatera Barat Nomor 2 tahun 2019 dan Surat Keputusan Gubernur tentang Penetapan Kinerja Program Unggulan Provinsi Sumatera Barat tahun 2021 sampai 2016.

Setiap sekolah diwajibkan melaksanakan mata pelajaran muatan Lokal Keminangkabauan dan Mata Pelajaran Kearifan Lokal atau Pelestarian Budaya.

SMAN 1 Tanjung Raya memilih untuk tahap awal Projek Kearifan Lokal berupa Tradisi Pasambahan Manjapuik Marapulai dan Mambaok Jamba.

Pelaksanaan projek ini membentuk Tim Khusus agar proses ajar mengajar kearifan lokal ini dapat tercapai dengan baik.

Pembelajaran itu melatih pelajar agar siap menjadi ninik mamak dan bundo kanduang, terutama siap tampil di kampung halaman mereka masing-masing.

Yasril Efendi, Ketua Pelaksana mewakili tim Projek Kearifan Lokal SMAN 1 Tanjung Raya mengatakan, seluruh sekolah berkewajiban mengajarkan anak didik memperdalam dan memahami nilai-nilai dan sejarah kebudayaannya daerah masing-masing.

Sehingga anak didik memahami adab, etika dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua MUI Tanjung Raya itu melanjutkan, setelah adanya regulasi itu, pihak sekolah dan masyarakat menyambut pembelajaran tersebut dengan senang hati.

Pelestarian Budaya Alam Minangkabau ini kembali hidup dan lentera kehidupan marwah Minangkabau nantinya.

“Mata pelajaran muatan lokal ini sudah lama diharapkan masyarakat Minangkabau. Berharap generasi penerus kembali dapat mengenal jati dirinya. Terkikisnya nilai-nilai tatanan sosial masyarakat minangkabau, disebabkan hancurnya Pendidikan Surau. Selain pergeseran peran Ninik Mamak yang sudah lemah, juga kuatnya pengaruh global melalui teknologi informasi dan komunikasi. Kondisi diperparah pendidikan formal yang sudah mengekang dan mengurung cara pandang yang sering menjauhkan nilai budaya lokal,” tuturnya.

Dalam pembelajaran ini, anak didik diterpa dan diajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap tradisi yang ada.

Khusus kali ini, menggunakan Adat Salangka Nagari Bayur.

“Anak-anak perempuan diajarkan apa-apa saja pernak pernik pakaian Bundo Kandung dan yang terdapat di sebuah jamba dan carano. Termasuk makna yang terkandung. Sedangkan anak laki-laki, kita mengajarkan mereka sebagai calon pemimpin atau Ninik Mamak. Trampil dalam Bapasambahan Adat di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis
Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau
Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental
Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok
Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 
Si Doel Anak Sekolahan Ikuti Wisuda UIN Bukittinggi
Malewakan Gala Adat Datuak Bagindo Nan Kuniang, Dr. Rahyussalim Harap Jadi Jembatan Budaya Minang-Internasional
Malewakan Gala Sako Dr. dr. Rahyussalim Dt. Bagindo Nan Kuniang, Sejumlah Menteri Hingga Perwira Tinggi Bakal Hadir

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jejak Konflik Adat Nagari Panampuang yang Melibatkan Nama Bupati Agam Benni Warlis

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:15 WIB

Perkuat Sinergi Kerjasama UIN Bukittinggi dengan UIN Suska Riau

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:34 WIB

Bimbingan Konseling Hadir sebagai Solusi Atasi Krisis Moral dan Kesehatan Mental

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:55 WIB

Lulusan SMK SMAK Padang 2026 Siap Kuasai Industri Global, Belasan Analis Kimia Tembus Rusia dan Tiongkok

Senin, 6 Juli 2026 - 11:48 WIB

Resensi Buku : Ortologi Ecoprint Minangkabau: Menemukan Kembali Warna dan Motif Mode dari Akar Budaya 

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB