Lebaran, momen tahunan untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga. Lebaran adalah puncak dari kemenangan, puncak melepas rindu, dan puncak dari kebahagiaan. Bagi kita sebagai makhluk sosial, tidak ada yang lebih indah dari berinteraksi. Kami, prokabar.com, menyadari bahwa lebaran adalah momentum dimana interaksi adalah yang paling hebat. Saling menyapa, bersalaman, berpelukan, dan berbagi adalah interaksi yang hebat itu. Berlandaskan itu, prokabar.com merancang platform interaksi di website kami. Melalui halaman "mudik yok" warganet disuguhkan beragam informasi yang bermanfaat. Ada info lalu lintas, info cuaca, cctv dan berita seputar mudik, termasuk destinasi wisata di Sumatera Barat. Tidak hanya itu, prokabar.com juga menyediakan fasilitas "message" di sudut kiri bawah halaman web. Dengan fasilitas ini pengunjung bisa berbagi foto teks dan video. Lalu tim kami akan menayangkan informasi yang anda bagikan. Yang lebih heboh lagi, sepanjang libur lebaran, prokabar membuat lomba artikel dengan tema umum lebaran di Sumatera Barat. Hadiah totalnya Rp. 10 juta. Lomba ini terbuka untuk umum, termasuk perantau yang sedang pulang kampung. Prokabar mengajak warganet untuk berbagi informasi di prokabar.com. informasi anda akan sangat bermanfaat bagi orang lain. Selamat Lebaran, sempurnakan pulang kampung anda bersama prokabar.com Salam Tim redaksi
Ramadhan

Naqsabandiyah, Sumbar Mulai Puasa Hari Ini


Padang, Prokabar

Kapan Anda mulai berpuasa? Terserah saja. Yang pasti jamaah Tarekat Naqsabandiyah, Sumbar mulai melaksanakan puasa Ramadhan 1439 Hijriah Selasa. Shalat tarawih pertama mereka, Senin (14/5) malam.
Keyakinan jamaah ini merujuk pada ilmu yang mereka pelajari sejak lama. “Kami mengambil berdasarkan hisab berdasarkan malam saat Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah,” kata pimpinan Tarekat Naqsabandiyah Sumbar, Syafri Malin Mudo di Padang, Selasa.

Baca Juga :  H+2 Lebaran, Padang - Padangpanjang Lanjar Jaya

Perhitungannya, kata dia, dihitung saat Rasulullah hijrah pada Rabu petang, dan malam Kamis. Artinya satu hari puasa dihitung berdasarkan malam Nabi hijrah. Setiap tahun Hijriah puasa digenapkan hingga 30 hari. Lalu ditambah puasa sunat pada awal Syawal.
Idul Fitri akan jatuh pada 1 Syawal tepatnya 13 Juni 2018. Untuk tarawih, shubuh dan Idul Fitri akan dipusatkan di Mushalla Baitul Makmur, Pasar Baru, Kecamatan Pauh Padang. Dia menegaskan Naqsabandiyah tidak memiliki perbedaan dengan tarekat mana pun dan semua bebas ikut shalat tarawih atau shubuh berjamaah.
Warga Minangkabau menghormati perbedaan itu. Selama ratusan tahun satu sama lain menjaga ukhuwah islamiyah. (*/nrs)

Baca Juga :  Berlebaran, Wagub Sumbar Singgahi Rumah Tak Layak Huni di Desa Lansano Taratak

Berani Komen Itu Baik

To Top